Sabtu 23 Mar 2024 06:36 WIB

Harga Emas Melemah Karena Dolar AS Menguat

Pedagang secara jangka pendek mengambil untung, sehingga semakin meredam harga emas.

Ilustrasi emas batangan murni.
Foto: ANTARA/Shutterstock/aa. (Shutterstock/Oleksan
Ilustrasi emas batangan murni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menurun pada Jumat waktu setempat atau Sabtu pagi WIB karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat menurun 24,70 dolar AS atau 1,13 persen menjadi ditutup pada 2.160,00 dolar AS per ounce.

Baca Juga

Setelah kenaikan harga emas pada pekan ini mencapai rekor tertinggi, pedagang secara jangka pendek mengambil untung, sehingga semakin meredam harga emas.

Emas berjangka masih memiliki keunggulan teknis (menunjukkan prospek positif) dalam jangka pendek secara keseluruhan, tetapi tampaknya momentum kenaikan emas berjangka sedang melambat.

Analis pasar berpendapat bahwa target harga kenaikan emas berikutnya berada di atas resistensi kuat pada rekor tertinggi 2.225,30 dolar, dan target harga penurunan jangka pendek berikutnya berada di bawah support teknis yang kuat di 2.149,20 dolar.

Laporan produk domestik bruto AS akan dirilis pada Kamis (28/3/2024), seiring dengan data inflasi pada Jumat (29/3/2024).

Terkait logam mulia perak, untuk pengiriman Mei menurun 16,40 sen atau 0,66 persen menjadi ditutup pada 24.843 dolar AS per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April menurun 14,60 dolar AS atau 1,60 persen ditutup menjadi 898,40 dolar AS per ounce.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement