Rabu 20 Mar 2024 10:08 WIB

Visa Ungkap 80 Persen Konsumen Indonesia Gunakan Layanan Perbankan Digital

Ketergantungan pada alat keuangan digital kini semakin besar.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman menjelaskan laporan Visa Consumer Payment Attitudes Study 2023 di Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman menjelaskan laporan Visa Consumer Payment Attitudes Study 2023 di Jakarta, Selasa (19/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Visa Indonesia merilis laporan Consumer Payment Attitudes Study 2023 di Indonesia yang terbaru pada hari ini (19/3/2024). Dalam studi tersebut terlihat prgeseran menuju gaya hidup yang semakin digital dari popularitas layanan perbankan digital.

Consumer Payment Attitudes Study 2023 menemukan bahwa 81 persen konsumen Indonesia telah menggunakan layanan perbankan digital setidaknya seminggu sekali,” kata Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman di Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Baca Juga

Dia menjelaskan, sebuah tren yang terutama terlihat di 87 persen dari kalangan masyarakat kelas atas yang telah disurvei. Demografi yang lebih muda yaitu Gen Y sebesar 86 peraen dan Gen Z sebesar 81 persen terlihat paling sering menggunakan layanan perbankan digital.

“Hal ini menyoroti pengaruh keuangan digital yang semakin meluas pada generasi muda,” ucap Riko.

Selain itu, Riko menyebut terdapat kepuasan yang hampir merata di antara para pengguna perbankan digital atas layanan yang disediakan. Khususnya, rekening bank sebesar 80 persen dan kartu debit sebesar 47 persen muncul sebagai produk yang paling banyak didapatkan melalui layanan digital.

“Hal itu menggarisbawahi ketergantungan yang semakin besar pada alat keuangan digital,” tutur Riko.

Layanan-layanan utama seperti pemantauan saldo sebesat 61 persen, transfer antar sesama sebesar 56 persen, dan transfer antar-rekening pribadi di bank yang berbeda sebesat 51 persen. Riko mengungkapkan persentase tersebut menunjukan adanya peran penting dalam membentuk lanskap perbankan digital.

Seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengadopsi inovasi-inovasi tersebut, dia memastikan Visa berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi digital dalam ekosistem pembayaran. Hal tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan inklusi keuangan dan menghadirkan teknologi global terpercaya untuk memastikan manajemen risiko yang baik, dalam bentuk beragam solusi pergerakan uang yang dapat meningkatkan kehidupan semua orang, di mana pun mereka berada di seluruh Indonesia,” jelas Riko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement