Kamis 14 Mar 2024 10:24 WIB

Rupiah Lesu Dipengaruhi Sentimen Kebijakan Suku Bunga AS

Rupiah dibuka turun 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp 15.580 per dolar AS.

Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023).
Foto: Dok Republika
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada awal perdagangan Kamis (14/3/2024) melemah karena pasar berhati-hati terhadap prospek pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS). Pada awal perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka turun 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp 15.580 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 15.575 per dolar AS.

"Indeks dolar AS terlihat menguat pagi ini yang berarti nilai tukar utama dunia sedang melemah terhadap dolar AS. Ini mengindikasikan pasar masih berhati-hati terhadap prospek pemangkasan suku bunga acuan AS ke depan," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (14/3/2024).

Baca Juga

Menurut Ariston, rupiah mungkin bisa mendapatkan tekanan dari dolar AS hari ini karena sentimen tersebut. Pelaku pasar menantikan data inflasi produsen (PPI) AS Februari 2024 malam ini yang bisa memberikan petunjuk lebih lanjut soal kebijakan pemangkasan suku bunga AS.

Sementara, data inflasi konsumen AS Februari 2024 memperlihatkan kenaikan di atas ekspektasi yang mendorong penguatan dolar AS karena inflasi yang sulit turun akan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga acuan AS.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (12/3), Consumer Price Index (CPI) di bulan Februari mengalami peningkatan 0,4 persen dan 3,2 persen dari tahun lalu. Kenaikan bulanan sesuai ekspektasi, tetapi secara tahunan sedikit di atas perkiraan, yakni 3,1 persen.

Tapi di sisi lain, dolar AS yang melemah terhadap nilai tukar lainnya termasuk rupiah pada perdagangan Rabu (13/3) padahal data inflasi konsumen (CPI) AS Februari 2024 yang dirilis sebelumnya menunjukkan peningkatan inflasi di atas ekspektasi pasar.

Hal itu bisa mengindikasikan pelaku pasar mungkin mulai mengambil posisi di aset berisiko untuk bersiap mengambil peluang penerapan kebijakan pemangkasan suku bunga acuan AS ke depan. Kondisi tersebut mungkin dapat menahan pelemahan rupiah hari ini.

Ariston menuturkan potensi pelemahan rupiah ke arah Rp 15.600 per dolar AS, dengan potensi support di sekitar Rp 15.560 per dolar AS hari ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement