Rabu 06 Mar 2024 05:47 WIB

Mulai Kendur, Pengusaha Mal Ungkap Dampak Aksi Boikot Masyarakat Menurun

Beberapa bisnis atau pelaku usaha pun sudah mulai bergerak naik.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Boikot produk Israel (ilustrasi).
Foto: muslimvillage.com
Boikot produk Israel (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengungkapkan, dampak aksi boikot terhadap pelaku usaha mulai berkurang. Seperti diketahui, sebelumnya sebagian masyarakat gencar memboikot produk yang diduga terafiliasi Israel.

"Makanya tadi pagi kita launching beli buatan Indonesia. Jadi kita mau bilang maupun itu merek asing, kalau dibuat di Indonesia itu jadi program pemerintah dan harus kita dukung," ujar Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Baca Juga

Ia mencontohkan, produk seperti Coca Cola, sudah diproduksi di Bekasi. Lalu KFC, semua peternaknya dari dalam negeri. "Jadi tidak ada lagilah boikot. Itu merugikan bangsa kita sendiri," tegas dia.

Dia menyampaikan, sekarang aksi boikot sudah menurun. Beberapa bisnis atau pelaku usaha pun sudah mulai bergerak naik.

Beberapa merek yang sebelumnya mengalami penurunan penjualan sampai 30 persen pun, kata dia, kini sudah berjalan baik. "Sudah bergerak naik, cuma memang kita sayangkan dunia bisnis itu tidak bisa apalagi di Indonesia, ini peraturannya banyak yang sudah invest di Indonesia, jadi kasihan peternak dan lainnya yang kena imbas," tutur dia.

Diketahui, sebagian masyarakat melakukan aksi boikot sebagai bentuk solidaritas sekaligus kecaman terhadap pembantaian yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Tidak hanya di Indonesia, masyarakat di sejumlah negara pun menjalankan aksi serupa.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement