Rabu 28 Feb 2024 23:14 WIB

Pos Indonesia Raih Penghargaan Appreciated Social ESG Report

Penghargaan itu didapatkan atas komitmen Pos IND dalam menerapkan prinsip ESG.

PT. Pos Indonesia (Persero) menerima penghargaan kategori Appreciated Social ESG Report, Selasa (27/2) di Jakarta.
Foto: Pos Indonesia
PT. Pos Indonesia (Persero) menerima penghargaan kategori Appreciated Social ESG Report, Selasa (27/2) di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kinerja PT Pos Indonesia (persero) yang saat ini dikenal dengan brand Pos IND dalam menyalurkan bantuan sosial, menjadi perhatian khalayak. Hasil kerja kerasnya menjalankan amanah dalam lingkup kerja fund disbursment itu, berbuah ganjaran penghargaan. Pos IND meraih penghargaan pada acara ESG Appreciation Night.

Pada siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (28/2), Pos IND memenangkan penghargaan kategori Appreciated Social ESG Report. Kategori ini diberikan kepada perusahaan yang menyajikan laporan ESG dengan penekanan khusus pada aspek sosial. 

Baca Juga

Laporan ini diapresiasi karena memberikan gambaran yang jelas tentang kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan, pemberdayaan komunitas, dan upaya sosial lainnya yang positif.

Senior Vice President Government & Corporate Business PT Pos Indonesia, Hendra Sari, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih Pos IND pada ajang Investor Daily ESG Appreciation Night tersebut. Ia menilai penghargaan tersebut diraih karena komitmen Pos IND dalam mendukung dan menerapkan prinsip ESG (Enviromental, Social, and Governance).

"Kami mengucapkan terima kasih bahwa Pos Indonesia diberi kesempatan mengikuti acara ESG. Ini sebagai bentuk komitmen PT Pos Indonesia mendukung ESG dalam berbisnis ataupun melakukan investasi. Ini sejalan dengan apa yang dilakukan PT Pos dalam melakukan transformasi yang saat ini terus dikembangkan PT Pos Indonesia," ujar Hendra Sari.

Hendra juga mengungkapkan komitmen Pos IND untuk terus menerapkan prinsip ESG sebagai bentuk dukungan terhadap negara dalam mencapai net zero emissions (NZE). Salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah pengalihan penggunaan kendaraan berbahan fosil menjadi kendaraan listrik.

"Jajaran direksi sudah sepakat bahwa tahun ini akan melakukan pengalihan kendaraan secara bertahap. Dari kendaraan berbahan fosil menjadi listrik, sehingga nanti berdampak secara langsung pada komitmen kami untuk mengurangi emisi," ujarnya.

Upaya lainnya yang dilakukan yaitu melakukan transformasi bisnis di bidang teknologi. Dalam hal ini, Pos IND sudah menerapkan paperless alias mengurangi penggunaan kertas dan beralih menggunakan teknologi digital. "Ini bentuk komitmen PT Pos dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup dalam berbisnis," tutur Hendra.

Penerapan teknologi digital tersebut bahkan sudah dilakukan Pos IND dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, meluncurkan super app Pospay. Kemudian, penerapan aplikasi Pos Giro Cash (PGC) untuk melakukan penyaluran bantuan sosial (bansos).

"PT Pos Indonesia secara aplikasi memiliki Pospay sebagai bentuk komitmen untuk paperless. Kemudian, dalam menyalurkan bansos, kami menggunakan aplikasi PGC. Bagaimana pola penyaluran itu membuat masyarakat tidak perlu mendatangi lokasi bayar, tetapi PT Pos yang datang untuk memberikan bantuan,"ujarnya.

Ia menambahkan, secara tidak langsung pergerakan masyarakat pun akan berkurang dibandingkan mereka mendatangi lokasi bayar. "Sekarang kami yang mendatangi kediaman penerima. Itu bentuk komitmen kami bahwa kami berdampak secara sosial kepada masyarakat," ujarnya.

Hendra pun menilai transformasi dan inovasi bisnis yang dilakukan Pos IND untuk mendukung NZE memiliki dampak positif. Menurutnya, peluang bisnis menuju NZE sangat bagus untuk Pos IND.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan komitmen ini penting dilakukan mengingat hampir semua perusahaan bisnis sudah masuk ke investasi besar. Menurutnya, ini merupakan peluang bagi PT Pos Indonesia untuk masuk ke jajaran bisnis tersebut dalam menjalankan bisnis yang ramah lingkungan.

"Ini merupakan peluang juga bagi PT Pos Indonesia untuk masuk ke bisnis ini dalam menjalankan bisnis, lebih efisien, lebih berbasis lingkungan. Tantangannya adalah tidak semua bisa support karena ada kepentingan-kepentingan yang terjaga di bisnis mereka," kata Hendra.

Selain PT Pos Indonesia, ada dua perusahaan besar yang meraih penghargaan dengan kategori yang sama, yaitu PT Bank Raya Indonesia Tbk dan PT Indosat Tbk. Ketiganya berhasil meraih penghargaan ini dari 10 nominasi yang masuk ke dalam kategori tersebut.

 

sumber : Pos Indonesia
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement