Rabu 28 Feb 2024 10:12 WIB

Program Susu Gratis Mulai Dibahas, Kepala Bapanas: Ini Pendapat Pribadi, Jangan Impor

Arief usul pengembangan peternak sapi perah, importasi sapi-sapi bibit unggul saja.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Lida Puspaningtyas
Petugas memperlihatkan susu dan telur yang dibagikan gratis untuk anak-anak saat Sunting Summit 2022, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (13/12/2022). Kasus stunting masih menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat (Jabar). Meski saat ini angkanya turun, namun belum signifikan. Agar kasus stunting dapat teratasi secara maksimal, maka dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Petugas memperlihatkan susu dan telur yang dibagikan gratis untuk anak-anak saat Sunting Summit 2022, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (13/12/2022). Kasus stunting masih menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat (Jabar). Meski saat ini angkanya turun, namun belum signifikan. Agar kasus stunting dapat teratasi secara maksimal, maka dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program makan siang dan susu gratis janji Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming sudah mulai dibahas untuk masuk rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025, kendati Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan pemenang Pemilihan Presiden (2024).

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi pun menilai program itu nantinya akan menggerakkan ekonomi khususnya di pedesaan. Karena itu, dia mendorong pengembangan peternak sapi perah guna mendukung program susus gratis tersebut.

Baca Juga

"Ini jawaban pribadi, bukan institusi. Kalau demikian adanya sebenernya giat ekonomi ini sangat besar utamanya di pedesaaan. Khusus untuk sapi perah itu berarti akan ada development," ujar Arief dalam keterangannya dikutip pada Rabu (28/2/2024).

Arief pun mengusulkan untuk pengembangan peternak sapi perah maka perlu dilakukan importasi sapi-sapi bibit unggul. Sehingga kebutuhan program susu gratis ini tidak mengandalkan importasi susu jadi.

 

"Saya atas nama pribadi menyampaikan importasi harus dilakukan khusus untuk sapi-sapi perah bibit unggul. Jadi jangan powder milk, jangan pakai yang import, kita bangun yang ada di Indonesia. Jadi saya kalau sampaikan ke temen-temen jangan bangga melakukan import terus," ujarnya.

Ia mendorong dibangunnya pertanian dan peternakan di Indonesia untuk mendukung program tersebut. Sehingga, program bisa terpenuhi, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi peternak.

"Misal ide saya satu peternak di beri 3-4 sapi. Selain itu nanti susunya disiapkan koperasi. Kan kita punya gabungan koperasi susu indonesia di Lembang, kemudian ada di Jatim, giat ekonominya akan luar biasa, petenaknya juga happy dapat sapi. Jadi tinggal dibuatkan skema satu standar," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, anggaran untuk program makan siang gratis berkisar Rp 15 ribu per anak, di luar anggaran untuk program susu gratis. 

"Per anak kira-kira Rp 15 ribu," kata Menko Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2024).

Airlangga mengatakan, rencananya besaran anggaran itu akan diterapkan secara merata di semua wilayah Indonesia. Namun dirinya belum bersedia mengungkap secara spesifik wilayah mana yang akan mendapatkan program makan siang dan susu gratis bagi anak-anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement