Sabtu 17 Feb 2024 13:23 WIB

KSSK Diminta Lakukan Stress Test Guna Antisipasi Resesi Jepang

Resesi di Jepang akan berdampak bagi Malaysia.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri), Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua kanan) dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa berpose bersama usai acara konferensi pers
Foto: (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri), Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua kanan) dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa berpose bersama usai acara konferensi pers

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah diminta terus melakukan monitoring dan uji ketahanan perekonomian dan sektor keuangan melalui stress test yang dilakukan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Hal ini untuk mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi atau resesi Jepang terhadap Indonesia.

"Tentunya (Pemerintah) harus melakukan monitoring terutama KSSK melakukan sress test atau uji ketahanan terhadap berbagai indikator makro ekonomi maupun stabilitas di sektor keuangan," ujar Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada Republika, Sabtu (17/2/2024).

Baca Juga

Bhima menilai monitoring penting untuk mengukur sejauh mana risiko ekonomi Jepang tersebut berdampak baik untuk kawasan global, regional, maupun domestik.

"Karena memang dampak pastinya dari sisi risiko ekonomi Jepang itu terhadap kawasan global dan juga terhadap domestik Indonesia terutama melalui jalur perdagangan," ujarnya.

 

Ia menyebutkan, tidak hanya Indonesia, resesi yang terjadi di negara matahari terbit itu juga berdampak ke pasar ASEAN dan perekonomian negara-negara kawasan. Hal ini karena Jepang adalah hub investasi dan hub perdagangan bagi sejumlah negara.

"Di mana banyak investor Jepang dan perusahaan Jepang memiliki perusahaan trading di Singapura, Malaysia, Thailand juga mungkin akan terdampak. Karena banyak industri otomotif Jepang itu memiliki pabrik yang cukup besar di Thailand ya," ujarnya.

Menurutnya, resesi di Jepang akan berdampak bagi Malaysia khususnya peralatan suku cadang elektronik dan otomotif.

"Nah itu efeknya pasti akan terdampak ke sana gitu. Jadi pertumbuhan ekonomi ASEAN pun diperkirakan juga sedikit lebih lambat imbas dari resesi di Jepang," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement