Jumat 16 Feb 2024 10:15 WIB

Skor PPH Naik, NFA Tekankan Pentingnya Keragaman Konsumsi Pangan 

Keragaman konsumsi pangan merupakan aspek penting membangun ketahanan pangan.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi
Keragaman pangan (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Keragaman pangan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) menekankan ketahanan pangan nasional tidak hanya dengan memastikan ketersediaan, tetapi juga harus berdampak pada peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Hal itu diukur dengan indikator skor Pola Pangan Harapan (PPH).

Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi menyatakan, keragaman konsumsi pangan merupakan salah satu titik masuk untuk memantapkan ketahanan pangan nasional. Keragaman konsumsi pangan merupakan aspek penting dalam proses membangun ketahanan pangan yang kokoh, mandiri, dan berdaulat. Karena itu skor PPH sebagai sebuah tolok ukur dalam melihat situasi konsumsi pangan menjadi penting," ujar Arief dikutip dari siaran persnya, Jumat (16/2/2024). 

Baca Juga

Karena itu, NFA telah melakukan upaya maksimal guna mencapai target skor PPH Nasional sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2023. Adapun skor PPH Tahun 2023 naik sebesar 94,1 dan berhasil melampaui target yaitu sebesar 94.  Capaian ini lebih tinggi dari skor PPH tahun sebelumnya (2022) yang tercatat di angka 92,9.

"Ini salah satu bukti konkret komitmen NFA dalam mendorong pola konsumsi masyarakat Indonesia menuju pola konsumsi yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)," ujar Plt. Sekretaris Utama NFA Sarwo Edhy dalam Launching skor PPH dan Pemberian Apresiasi Kedeputian Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tahun 2024.

Capaian ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk terus mendorong penganekaragaman pangan agar digiatkan dan diterapkan seluruh masyarakat. Sarwo juga terus memastikan masyarakat memiliki akses pangan yang cukup, merata, dan terjangkau melalui berbagai upaya. Seperti, intervensi bantuan pangan, hingga sosialisasi pangan B2SA ke anak sekolah, kalangan ibu-ibu hingga komunitas. 

"Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah setiap individu mampu memperoleh pangan yang cukup, beragam, bergizi seimbang, dan aman sehingga dapat hidup sehat, aktif, dan produktif," lanjutnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement