Rabu 14 Feb 2024 07:26 WIB

Jurus BKI Tembus 20 Perusahaan TIC Terbaik Dunia

BKI bertekad menjaga kinerja yang terus positif dan berkomitmen memajukan negeri.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Graha Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Foto: Istimewa
Graha Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI sebagai induk holding BUMN jasa survei atau ID Survey bertekad menjaga kinerja yang terus positif dan berkomitmen untuk memajukan negeri. Komisaris Utama BKI Harry Hikmat mengatakan, BKI berupaya menjaga tren positif usai mencetak performa kinerja apik selama empat tahun berturut-turut. 

"BKI menetapkan target pada 2029 menjadi Top 20 TIC Company Global," ujar Harry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/2/2024).

Baca Juga

Untuk mencapai target sebagai 20 perusahaan testing, inspection, and certification (TIC) terbaik global, ucap Harry, BKI menerapkan sejumlah strategi dalam mencapai pertumbuhan berkelanjutan melalui akselerasi transformasi bisnis. Harry menyampaikan, dewan komisaris mendorong penguatan holding dalam mencapai visi misi menjadi assurance grup kelas dunia dan mendorong pembangunan nasional melalui jasa pemastian pada tahun ini. 

"Oleh karenanya, diperlukan penajaman purpose statement sebagai guiding principles dalam memberikan layanan pemastian menuju pembangunan berkelanjutan," ucap Harry.

Direktur Utama BKI Arisudono Soerono mengatakan BKI memiliki strategi umum dan khusus untuk BKI klasifikasi dan komersial dalam mencapai target menjadi 20 perusahaan TIC terbaik dunia. Arisudono mengatakan, strategi umum perusahaan menekankan pada corporate purpose, One Family One Purpose di setiap insan BKI, serta fokus terhadap EBITDA, kepatuhan terhadap standar margin dan pengendalian risiko dan biaya.

"Strategi khusus dalam menuju target Top 20 meliputi improvement, unlocking value dan revenue generation, portfolio dan geographical development, dan resource development dan asset management," kata Arisudono.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement