Kamis 08 Feb 2024 11:12 WIB

Catat Kinerja Positif, Bank Jatim Tebar Dividen Rp 816 Miliar

Total aset Bank Jatim saat ini mencapai Rp 103,85 triliun.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ahmad Fikri Noor
PT Bank Jatim Tbk
Foto: Bank Jatim
PT Bank Jatim Tbk

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan untuk Tahun Buku 2023 pada 7 Februari 2024. Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya mampu membukukan kinerja keuangan yang sangat baik sepanjang 2023.

Total aset Bank Jatim saat ini mencapai Rp 103,85 triliun, tumbuh 0,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Namun demikian, untuk laba bersih Bank Jatim sepanjang 2023 tercatat hanya Rp 1,47 triliun. Mengalami penurunan 4,54 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,54 triliun.

Baca Juga

Busrul melanjutkan, sepanjang 2023, Bank Jatim mampu membagi dividen sebesar Rp 54,39 per lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yang hanya Rp 53,09 per lembar saham. Secara keseluruhan, total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham sepanjang 2023 di angka Rp 816.692.940.679,98 atau 55,55 persen dari laba bersih Tahun Buku 2023.

"Pembagian dividen yang selalu meningkat di setiap tahunnya, mampu menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakat dalam berinvestasi," ujarnya, Kamis (8/2/2024).

Busrul melanjutkan, ekspansi kredit yang diberikan Bank Jatim berada di angka Rp 54,76 triliun atau naik 18,54 persen (YoY). Angka penyaluran kredit tersebut tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang hanya sebesar 10,3 persen.

Adapun, komposisi penyaluran kredit Bank Jatim yaitu kredit konsumtif sebesar Rp 31,2 triliun atau meningkat 8,91 persen (YoY) dan kredit produktif sebesar Rp 23,5 triliun atau tumbuh 34,28 persen (YoY). Busrul melanjutkan, penyaluran kredit produktif perseroan yang ditinjau dari segi ekonomi dikelompokkan menjadi beberapa kategori.

Di antaranya perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 7,15 triliun; konstruksi Rp 3,79 triliun; industri pengolahan Rp 3,10 triliun; pertanian, perburuan dan kehutanan Rp 2,55 triliun; perantara keuangan Rp 2 triliun; jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya Rp 1,8 triliun; penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum Rp 429 miliar; serta lain-lain Rp 1,1 triliun.

"Hal ini sesuai dengan misi Bank Jatim yaitu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui penyaluran kredit kepada usaha produktif yang berkelanjutan dan memberikan multiplier effect," kata Busrul.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, Bank Jatim sebagai BUMD memainkan peranan yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Melalui pembiayaan dan dukungan finansial, Bank Jatim telah mendorong sektor-sektor utama dalam perekonomian termasuk di antaranya mendukung pengembangan UMKM di Jawa Timur.

"Seperti yang diketahui bersama, koperasi dan UMKM masih menjadi backbone perekonomian Jawa Timur. Kontribusi terhadap PDRB Jawa Timur setiap tahun terus mengalami peningkatan. Adapun target 2023-2024 adalah sebesar 58,5 hingga 58,9 persen," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement