Kamis 08 Feb 2024 08:51 WIB

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Nasional Aman Jelang Pemilu 2024

PLN bersama pemerintah berkomitmen untuk menyukseskan pesta demokrasi.

Teknisi memperlihatkan meteran listrik PLN.
Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Teknisi memperlihatkan meteran listrik PLN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menetapkan masa siaga pemilu dari 11-18 Februari 2024 dengan membentuk 1.853 posko siaga dan mengerahkan 81.591 personel siaga di seluruh daerah di tanah air. Upaya itu dilakukan untuk memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman menjelang perhelatan Pemilu 2024.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangannya di Jakarta, Rabu (7/2/2024) menyampaikan PLN bersama pemerintah berkomitmen untuk menyukseskan pesta demokrasi Pemilu 2024.

Baca Juga

"PLN akan fokus mengamankan pasokan listrik untuk kelancaran Pemilu 2024. Kami ingin pastikan seluruh masyarakat bisa memilih dengan tenang di TPS (tempat pemungutan suara) masing-masing," ucap Darmawan.

PLN memproyeksikan sistem kelistrikan dalam kondisi aman pada 14 Februari 2024 dengan beban puncak mencapai 36.643 megawatt (MW) dan daya mampu pasok sebesar 57.543 MW.

Dalam rangka siaga Pemilu 2024, PLN juga telah mendata lokasi-lokasi strategis pemilu dan pasokannya. Selanjutnya, PLN menginspeksi untuk memastikan instalasi dalam kondisi normal untuk menjaga pasokan.

"Selama masa siaga, PLN tidak akan melakukan pemadaman terencana, kecuali emergency. PLN juga telah membuat prosedur pengamanan pasokan dan berkoordinasi dengan pihak pengamanan," ujar Darmawan.

Untuk menjaga pasokan, PLN akan menyiagakan 130 tim pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) dengan total 1.040 personel. Peralatan pendukung juga akan disiagakan, yakni berupa 1.731 unit genset, 1.091 unit gardu bergerak (UGB), 116 unit kabel bergerak (UKB), 735 unit uninteruptible power supply (UPS), 395 unit crane.

Sebagai pendukung operasional, PLN juga menyiapkan 3.756 unit mobil dan 3.318 unit motor. Khusus untuk kendaraan listrik, 624 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) juga bersiaga di seluruh Indonesia.

"Seluruh peralatan kami akan siaga penuh untuk memastikan percepatan pemulihan listrik jika terjadi gangguan. Dalam hal terjadi gangguan, akan dilakukan manuver jaringan sehingga yang terdampak dapat terisolir untuk selanjutnya dapat dilakukan perbaikan," kata Darmawan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement