Rabu 07 Feb 2024 13:13 WIB

Arya: Ada Pihak Gulirkan Ide BUMN Jadi Koperasi, Kok Erick yang Disalahkan?

Hal ini menepis tudingan bahwa Erick menyebarkan hoaks.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.
Foto: Republika/ Muhammad Nursyamsi
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, Menteri BUMN Erick Thohir hanya merespons pertanyaan wartawan mengenai ide mengubah BUMN menjadi koperasi. Arya menyampaikan, hal ini menepis tudingan bahwa Erick menyebarkan hoaks.

"Ada yang bilang Pak Menteri (Menteri BUMN Erick Thohir) kita fitnah, saya perlu luruskan, itu berangkat dari ada wartawan nanya sama Pak Menteri, ini ada wacana dari salah satu pihak yang mengatakan bahwa BUMN akan dikoperasikan, dibubarkan," ujar Arya di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga

Arya mengatakan, Erick pun langsung menjawab berdasarkan data dan fakta yang ada mengenai 1,6 juta pekerja yang ada di lingkup BUMN. Erick, lanjut Arya, juga memaparkan kontribusi besar BUMN bagi negara dan masyarakat yang berpotensi hilang jika diubah menjadi koperasi. 

"Pak Menteri langsung jawab, wah itu bagaimana, ada 1,6 juta loh pekerja di sana belum lagi kontribusi BUMN kan besar juga," ucap Arya.

Arya menegaskan, pernyataan Erick hanya menanggapi pertanyaan wartawan dan bukan dalam agenda tertentu untuk menyampaikan hal tersebut. Arya mengatakan, isu ini sendiri secara masif digulirkan salah satu pihak. 

Berdasarkan pantauannya, Arya menyebut narasi mengubah status BUMN menjadi koperasi tersebar di banyak media dengan waktu yang hampir bersamaan dan konten yang serupa. 

"Setelah kami cek, ternyata ada rilis yang disebar pihak tertentu, itu tersebar di hampir 200 media online, beritanya sama persis. Jadi kita bingung juga kok ternyata itu ada rilis yang tersebar di hampir 200 media online," kata Arya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement