Rabu 07 Feb 2024 12:56 WIB

Badan Pangan Siapkan Penyerapan Panen Petani Mulai Maret

Pemerintah akan memastikan harga beras maupun jagung di tingkat petani terjaga.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ahmad Fikri Noor
Petani membawa hasil panen padi di persawahan kawasan Minggir, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/12/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petani membawa hasil panen padi di persawahan kawasan Minggir, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) memastikan persiapan lembaganya dengan BUMN pangan untuk menyambut panen yang dimulai pada Maret mendatang. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memastikan kesiapan BUMN pangan untuk berperan sebagai offtaker komoditas beras maupun jagung dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

"Untuk persiapan panen bulan Maret, itu proyeksinya 3,51 juta ton beras. Kemudian jagung 1,9 juta ton. Kita siapkan MRMP (Modern Rice Milling Plant), CDC (Corn Drying Center), dryer (pengering), di-on-kan semua," ujar Arief dalam keterangannya, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga

Arief memastikan, saat panen dimulai, Pemerintah akan memastikan harga beras maupun jagung di tingkat petani tetap terjaga. Hal ini untuk mengantisipasi harga di petani jatuh saat produksi beras melimpah saat panen.

"Pemerintah akan menjaga harga di tingkat petani supaya tidak jatuh. Misalnya beras, nanti kalau saat panen mulai meninggi lalu harga gabahnya masih Rp 5.500 sampai Rp 6.000, itu cukup baik. Tapi kalau angkanya di bawah itu, maka pemerintah bisa dianggap tidak bisa mengelola kesejahteraan petani," ujarnya.

Kesejahteraan petani dapat dilihat dalam perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Khusus Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) berdasarkan historis data dari Badan Pusat Statistik (BPS), mulai Oktober 2022 NTPP tercatat mulai berkembang melampaui angka 100. Terkini, NTPP di Januari 2024 berada di 116,16.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement