Rabu 07 Feb 2024 06:19 WIB

Pegadaian Catat 65 Persen Nasabah adalah Perempuan, Digunakan untuk Usaha Produktif

Pegadaian mencatat jumlah nasabah saat ini mencapai 25 juta.

Karyawan melayani pembeli koleksi emas perhiasan di Galeri24 Pegadaian, Jakarta Selasa (11/1/2022). Pegadaian mencatat 65 persen nasabahnya ialah perempuan.
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan melayani pembeli koleksi emas perhiasan di Galeri24 Pegadaian, Jakarta Selasa (11/1/2022). Pegadaian mencatat 65 persen nasabahnya ialah perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pegadaian mencatat jumlah nasabah mencapai 25 juta hingga awal tahun 2024. Dari jumlah itu, 65 persen di antaranya merupakan perempuan berusia produktif.

“Nasabah juga cukup gede. Saat ini sudah sampai 25 juta sampai awal tahun 2024. Sebanyak 65 persen merupakan perempuan,” kata Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga

Damar menjelaskan bahwa sebagian besar pinjaman di Pegadaian digunakan untuk keperluan produktif, yang mencapai 94 persen hingga tahun 2023. Menurutnya meskipun jumlah gadai kecil, namun rata-rata digunakan untuk produktif.

“Pinjaman di Pegadaian agak unik, karena orang datang ke Pegadaian itu untuk produktif. Jadi, kami 90 persen lebih itu untuk kredit produktif. Dalam arti meskipun gadainya hanya Rp 5 juta atau Rp 4 juta, tetapi memang untuk produktif,” ucap Damar.

 

Sementara itu, lanjut Damar, nasabah Pegadaian mayoritas berusia di bawah 45 tahun atau mencapai 63 persen. Hal tersebut, kata Damar, menunjukkan bahwa banyak dari nasabah Pegadaian kredit produktif.

“Sedangkan 82 persen pinjaman gadai. Semua produk kami ada cuma bedanya dengan perbankan itu cuma satu yaitu kita tidak terima tabungan uang, tetapi tabungan emas kami terima,” tambah Damar.

Damar menambahkan Outstanding Loan (OSL) Pegadaian hingga tahun 2023 mencapai Rp 67,6 triliun. Data tersebut meningkat bila dibanding tahun 2022 tercatat Rp 59,1 triliun.

Tidak hanya itu, lanjut Damar, kualitas pembiayaan Pegadaian pun dinilai semakin sehat dengan adanya penurunan NPL yang signifikan dari sebelumnya 1,2 persen di 2022 menjadi 0,85 persen di 2023.

Di tempat yang sama, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah menambahkan bahwa pihaknya memiliki strategi untuk meningkatkan jumlah nasabah di tahun 2024.

Elvi mengatakan selain menggaet masyarakat kalangan menengah, pihaknya akan melakukan ekspansi menyasar nasabah prioritas dan privat dengan memaksimalkan bekerja sama yang telah dibangun bersama BRI grup.

“Kita juga menyalurkan program pemerintah kredit usaha rakyat (KUR), ini sebagai pintu masuk. Kemarin di tahun 2023 pertumbuhannya nasabah baru sampai dengan 30 persen sehingga ini menjadi channel untuk menambah jumlah nasabah,” ujar Elvi.

Ia mengaku bahwa pihaknya juga memiliki beragam layanan baru terutama untuk menyasar kaum milenial untuk menjadi nasabah baru di Pegadaian.

“Di sisi yang lain kami juga menyiapkan segmen baru terutama untuk milenial, bagaimana mengajak milenial untuk melak investasi,” kata Elvi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement