Jumat 02 Feb 2024 17:29 WIB

Grup Toyota Duduki Puncak Penjualan Mobil Global pada 2023

Toyota berhasil menjual 11,23 kendaraan secara global pada 2023.

Logo Toyota terlihat saat New York International Auto Show, di Manhattan, New York City, AS, 5 April 2023.
Foto: REUTERS
Logo Toyota terlihat saat New York International Auto Show, di Manhattan, New York City, AS, 5 April 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Toyota Motor Corp menyatakan bahwa grupnya menjual lebih banyak mobil dibandingkan dengan produsen mobil lain pada tahun 2023. Mereka mempertahankan keunggulan selama empat tahun berturut-turut seiring dengan peningkatan produksi di tengah peningkatan pasokan chip.

Produsen mobil itu berhasil menjual 11,23 juta kendaraan secara global tahun lalu. Jumlah ini termasuk mobil yang diproduksi oleh pembuat kendaraan kecil Daihatsu Motor Co dan produsen truk Hino Motors Ltd, meningkat 7,2 persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga

Volkswagen AG dari Jerman, saingan berat Toyota Motor Corp, menjual 9,24 juta mobil pada tahun lalu. Angka tertinggi yang sebelumnya dicapai oleh produsen mobil Jepang itu adalah 10,74 juta kendaraan pada tahun 2019.

Produksi grup Toyota di seluruh dunia meningkat 8,6 persen hingga mencapai rekor 11,52 juta kendaraan dengan dukungan permintaan kuat di Jepang, Amerika Utara, dan Eropa.

Toyota saja menjual 10,31 juta kendaraan di seluruh dunia, naik 7,7 persen, sementara produksi globalnya tumbuh 11,1 persen menjadi 10,03 juta mobil. Keduanya melampaui angka 10 juta untuk pertama kalinya.

Rekor tersebut sebagian didorong oleh tingginya penjualan mobil hibrida, yang melonjak 31,4 persen menjadi 3,42 juta kendaraan. Penjualan kendaraan listriknya juga mengalami kemajuan signifikan, meningkat 4,3 kali lipat menjadi 104.018 unit.

"Mencapai penjualan tertinggi bukanlah tujuan kami. Kami berharap dapat terus membangun mobil dengan keselamatan dan kualitas sebagai prioritas utama kami," demikian pernyataan Toyota yang dikutip oleh Kantor Berita Kyodo pada 30 Januari 2024.

Serangkaian masalah kualitas telah melanda grup tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Daihatsu menghentikan semua pengiriman di Jepang dan luar negeri bulan lalu menyusul masalah kecurangan dalam uji keselamatan, sementara Toyota Industries Corp., afiliasi Toyota, menyatakan telah memalsukan data mengenai mesin diesel yang diproduksi untuk produsen mobil tersebut, sehingga mengakibatkan penghentian sebagian pengiriman mobil Toyota. 

Produksi global delapan produsen mobil besar Jepang, termasuk Toyota, Honda Motor Co dan Nissan Motor Co, tumbuh 7,6 persen pada tahun 2023 menjadi 25,80 juta unit berdasarkan penghitungan menurut data yang mereka rilis.

Delapan perusahaan dalam Toyota Motor Corp. tahun lalu menjual 24,81 juta mobil secara global menurut berita yang disiarkan Kyodo.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement