Kamis 01 Feb 2024 20:54 WIB

Kolaborasi dengan UEA, Erick: Investasi di Indonesia Banyak dari Timur Tengah

Kerja sama di bidang ketahanan energi hingga ketahanan pangan dibutuhkan.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri BUMN Erick Thohir.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Menteri BUMN Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama investasi yang menguntungkan dengan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui pertemuan Round Table Meeting UEA-Indonesia yang digelar di Jakarta, Kamis (1/2/2024). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang hadir mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan pertemuannya dengan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail Mohamed Al Mazrouei untuk merekap seluruh kerja sama antara Indonesia dengan UEA.

Erick menyebut berbagai kerja sama Indonesia dengan UEA di antaranya di bidang energi yakni panel surya melalui pembangunan PLTS Terapung Cirata yang terbesar di Asia Tenggara, bidang infrastruktur pembangunan jalan tol, telekomunikasi dan berbagai bidang lainnya.

Baca Juga

"Karena dulu waktu Bapak Presiden (Joko Widodo) dengan Presiden UEA sesuai kesepakatan itu kurang lebih angkanya ada di 20 miliar dolar AS. Jadi ini yang kita kejar sama-sama, ketika ada kepercayaan dari luar negeri dan ini juga membuka persepsi jangan sampai kesannya investasi di Indonesia hanya dari China, dari Amerika, tetapi banyak juga dari Timur Tengah masuk seperti UEA," ujar Erick dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

Erick menyampaikan, di tengah situasi perekonomian dan geopolitik global yang tidak menentu, kerja sama di bidang ketahanan energi hingga ketahanan pangan dibutuhkan. Untuk itu, kerja sama Indonesia dengan UEA juga mencakup hal tersebut.

 

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail Mohamed Al Mazrouei menyampaikan ketertarikan negaranya untuk berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, saat ini kerja sama investasi antara Indonesia dan UEA telah terjalin mulai dari energi hijau, logistik, infrastruktur, hingga investasi ketahahanan pangan.

"Rencana Indonesia di bidang energi hijau adalah besar dan pemerintah bekerja untuk memastikan keberlanjutan untuk generasi masa depan. Kami yakin akan keberlanjutan, sehingga kami juga melihat peluang investasi di berbagai sektor," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement