Kamis 28 Dec 2023 18:29 WIB

AirNav Indonesia Catat Jumlah Penerbangan Meningkat 17 Persen di 2023

Pada akhir tahun 2023 ini AirNav mendapat skor 95,5.

Penumpang pesawat tiba di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (25/12/2023). Pengelola Bandara Bali mencatat telah melayani sebanyak 401.673 orang penumpang atau rata-rata 66.945 penumpang per hari hingga hari keenam Posko angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Penumpang pesawat tiba di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (25/12/2023). Pengelola Bandara Bali mencatat telah melayani sebanyak 401.673 orang penumpang atau rata-rata 66.945 penumpang per hari hingga hari keenam Posko angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia mencatat jumlah trafik penerbangan yang dilayani di wilayah udara Indonesia hingga Desember 2023 sebanyak 1,8 juta penerbangan.

Angka tersebut meningkat 17 persen dibandingkan pada 2022 sebanyak 1,5 juta penerbangan.

Baca Juga

"Alhamdulillah berkat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, AirNav Indonesia dapat melalui tahun 2023 dengan baik, trafik penerbangan sudah berangsur kembali normal, on-time performance (OTP) meningkat, keteraturan dan keselamatan penerbangan dapat dijaga dengan baik," kata Direktur Utama AirNav Indonesia Polana B. Pramesti saat jumpa pers "Capaian AirNav Selama Tahun 2023" di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/12/2023).

Pada 2023, AirNav melayani lebih dari 5.000 penerbangan per hari, di mana 80 persen merupakan penerbangan domestik, 12 persen penerbangan internasional, dan sisanya 8 persen ialah penerbangan lintas udara (tidak mendarat di Indonesia).

"Jumlah trafik sudah mendekati kondisi normal sebelum terjadinya pandemi COVID-19 di awal tahun 2020," kata Polana.

Berikutnya, AirNav Indonesia juga mencatat tingkat ketepatan waktu (on-time performance) untuk keberangkatan dan kedatangan pesawat mencapai 99,8 persen, melebihi target 2023, yaitu 95 persen.

Sementara di sisi kinerja keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia menekan angka kejadian keselamatan penerbangan di bawah 1 persen, di mana faktor environment dan cuaca mendominasi sebesar 67 persen.

Kemudian, tingkat kesiapan dan kinerja fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, dan automasi juga dapat dipertahankan di atas 99 persen sehingga dapat menunjang kegiatan operasional dengan baik.

"Peningkatan jumlah penerbangan serta berbagai aspek positif lainnya yang telah diupayakan secara korporasi berdampak signifikan terhadap tingkat kesehatan perusahaan. Pada akhir tahun 2023 ini AirNav mendapat skor 95,5 atau digolongkan sebagai Sehat AAA," katanya.

AirNav Indonesia, kata Polana, juga berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi para pengguna jasa navigasi penerbangan dengan berbagai inovasi melalui aplikasi dan prosedur yang dapat meningkatkan keselamatan, keteraturan, dan efisiensi penerbangan di Indonesia.

AirNav Indonesia menjelaskan dengan inovasi seperti program user preffered route (UPR) atau tol udara dan program performance based navigation (PBN), memungkinkan para maskapai untuk memilih rute penerbangan yang paling efisien dan menghemat bahan bakar.

Hal tersebut juga berdampak positif untuk mengurangi emisi gas karbon.

"Program UPR atau tol udara bahkan mendapat apresiasi dari dunia penerbangan internasional, dimana pada bulan Oktober 2023 lalu, AirNav diminta untuk ikut serta mengembangkan program UPR untuk rute-rute internasional dan menandatangani kerja sama MoU dengan delapan operator navigasi penerbangan di negara Asia Pasifik seperti Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, China, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat," ucap Polana.

Ia mengatakan AirNav juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan Internasional terkait pelayanan lalu lintas penerbangan yang aman dan lancar pada saat perhelatan internasional seperti KTT ASEAN di Labuan Bajo dan Jakarta, F1H2O Powerboat di Balige, Sumatera Utara, dan MotoGP di Mandalika, Lombok.

"Berbagai upaya kami lakukan seperti penambahan personel dan jam operasional, pelatihan situasi gawat darurat, pengaturan slot penerbangan, reservasi ruang udara, kesiapan fasilitas pendukung, penyiapan parking stand di bandara penunjang, penerbitan Notam dan Ashtam, dan lainnya untuk mendukung kesuksesan berbagai perhelatan tersebut, mengantarkan para delegasi dengan aman, dengan tetap menjaga keteraturan penerbangan reguler sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional," kata Polana.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement