Rabu 27 Dec 2023 23:47 WIB

Transaksi Aset Kripto Diyakini Tumbuh Positif Tahun Depan

Kemudahan transaksi dan minat kaum muda membuat kripto tumbuh subur.

Aset kripto (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Aset kripto (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform aset digital di Indonesia, Nanovest, menyatakan optimistis pada 2024 transaksi jual beli aset kripto akan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Chief Marketing Officer Nanovest Jovita Widjaja mengatakan sejumlah alasan yang membuat optimisme Nanovest di tahun mendatang. Antara lain, iklim transaksi aset kripto dan saham global di 2024 diproyeksikan semakin menjanjikan seiring meningkatnya jumlah investor di Indonesia yang didorong naiknya minat kaum muda dalam berinvestasi.

Baca Juga

"Kemudahan dalam membuka bertransaksi jual-beli aset kripto dan juga ketertarikan kaum muda akan kripto menjadi alasan utama pertumbuhan subur ini," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakara, Rabu (27/12/2023).

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan 57 persen investor pasar modal saat ini adalah generasi muda berusia di bawah 30 tahun.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 17,54 juta orang per Juni 2023, jauh melampaui jumlah investor pasar modal dan reksadana. Jovita menyatakan terjadi peningkatan jumlah investor aset kripto sebesar 80 persen, dan pertumbuhan pada jumlah investor saham AS sebesar 40 persen sepanjang 2023.

Terkait hal itu, ujarnya pula, di tahun keduanya, Nanovest berfokus pada strategi bisnisnya yaitu customer-centric yang menekankan pada pentingnya mendengarkan kebutuhan penggunanya, dan menjawabnya dengan memberikan solusi serta meluncurkan inovasi baru demi menghadirkan pengalaman berinvestasi yang lebih baik bagi penggunanya.

Head of Crypto Strategy Nanovest M Yusuf Musa menambahkan pada kuartal IV/2023 Bitcoin tercatat sebagai instrumen investasi dengan performa terbaik jika dibandingkan dengan investasi emas dan forex (mata uang asing).

Harga Bitcoin melonjak sebesar 122 persen dibandingkan di kuartal III, yaitu dari dari 27.230 dolar AS menjadi 44.100 dolar AS. "Fear & Greed index untuk Bitcoin juga menunjukkan bahwa saat ini sedang memasuki fase 'Greed', dimana investor disarankan untuk membeli," katanya lagi.

Namun, ujarnya pula, sangat penting bagi investor kripto pemula untuk bersikap tenang dan menjauhi rumor, dan tidak melakukan pembelian aset kripto tanpa perhitungan yang mendasar apalagi menggunakan dana utang karena akan sangat merugikan. 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement