Rabu 13 Dec 2023 14:03 WIB

Jumlah Direksi Perempuan Terus Meningkat, Erick Ungkap Alasannya

Proporsi direksi perempuan tersebar secara merata di seluruh BUMN.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan Employee Well-Being Policy menyambut perayaan Hari Ibu di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan Employee Well-Being Policy menyambut perayaan Hari Ibu di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (13/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan kepemimpinan perempuan yang menempati kursi direksi BUMN saat ini telah mencapai 21 persen. Erick menargetkan jumlah direksi perempuan BUMN dapat mencapai 25 persen.

"Makanya saya meminta para pimpinan (BUMN) memastikan target ini bisa tercapai," ujar Erick saat meluncurkan employee well-being policy menyambut perayaan Hari Ibu di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (13/12/2023).

Baca Juga

Erick menyampaikan, employee well-being policy merupakan sebuah inisiatif yang akan memberikan landasan kuat bagi perusahaan dan organisasi BUMN dalam meningkatkan kualitas hidup karyawan, tak terkecuali peningkatan kepemimpinan perempuan. Berdasarkan data benchmarking global, Erick menyampaikan keterwakilan perempuan akan berkontribusi sebesar 3,5 persen terhadap peningkatan laba kotor perusahaan.

Erick mengatakan, pencapaian kinerja BUMN yang meningkat signifikan sepanjang 2023 tak lepas dari meningkatnya posisi perempuan di BUMN.

"Ketika kita lihat laba BUMN baik, dividen baik, ini karena salah satu program kepemimpinan wanita yang ada di BUMN yang peningkatannya luar biasa," kata pria kelahiran Jakarta tersebut.

Erick menyampaikan, kehadiran kepemimpinan perempuan juga menciptakan value yang baik. Erick mengatakan perempuan memiliki peran besar karena bukan sekadar menjadi pemimpin perusahaan, melainkan juga sebagai ibu rumah tangga.

"Benchmarking di 12 negara rata-rata (kepemimpinan perempuan) baru 15 persen, jadi boleh lah kita, di atas rata rata, tapi itu belum cukup," ujar Erick.

Erick berharap program kepemimpinan perempuan dapat terus terjadi dan meningkat di BUMN. Erick menyampaikan Kementerian BUMN sendiri telah memiliki cetak biru 2024-2034 yang mana mendorong peranan perempuan dalam mengatasi persoalan kesehatan mental, daycare, dan financial support.

"Ini yang menjadi suatu program pentingnya penghargaan karyawan di BUMN dan ini sesuatu yang menurut saya yang luar biasa di transformasi BUMN selama empat tahun ini," kata Erick.

Erick optimistis target 25 persen direksi BUMN perempuan akan tercapai. Pasalnya, talent pool BUMN memiliki sekitar 27,7 persen perempuan yang siap menjadi direksi.

Erick mengatakan proporsi direksi perempuan tersebar secara merata di seluruh BUMN, termasuk BUMN yang kerap diasosiasikan dengan laki-laki seperti karya, transportasi, hingga energi.  

"Dari sektor karya saja banyak direksi perempuan. Karya yang tentu konteksnya sangat laki-laki, di kalau di bank enggak usah diomongin lah, di sektor pertambangan perminyakan yang didominasi laki-laki juga banyak figur-figur. Kita sudah buktikan di BUMN bisa," ujar Erick.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement