Senin 11 Dec 2023 09:39 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level 15.617

Data tenaga kerja AS yang solid bisa dijadikan pertimbangan bagi Federal Reserve.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Petugas menghitung uang dolar AS di tempat penukaran valuta asing.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas menghitung uang dolar AS di tempat penukaran valuta asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mata uang garuda berpeluang melemah terhadap dolar AS pada hari ini. Menurut data Bloomberg, rupiah pagi ini melemah ke level 15.617 seiring menguatnya dolar AS sebesar 0,64 persen.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS karena data tenaga kerja AS yang dirilis Jumat malam lebih bagus dari eskpektasi pasar," kata Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra, Senin (11/12/2023). 

Baca Juga

Ariston menjelaskan, data tenaga kerja AS yang solid bisa dijadikan pertimbangan bagi bank sentral AS, the Fed, untuk menahan suku bunga acuan di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Ariston memperkirakan penguatan dolar AS terhadap rupiah mungkin tidak terlalu besar di awal pekan ini. Pasar menunggu data penting inflasi konsumen AS dan keputusan suku bunga the Fed.

Selain itu data inflasi Cina terbaru yang dirilis Sabtu yang menunjukan deflasi bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah. Deflasi di Cina bisa diartikan penurunan permintaan yang mengarah ke pelambatan ekonomi.

"Ekonomi Indonesia sebagai partner dagang Cina bisa terimbas dampak negatif ke depannya," kata Ariston.

Ariston memperkirakan potensi pelemahan rupiah mengarah ke level 15.550-15.580, dengan potensi support di sekitar 15.480. Akhir pekan lalu, rupiah turun tipis dua poin ke level 15.517 pada penutupan perdagangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement