Kamis 07 Dec 2023 21:40 WIB

Transisi Pembayaran Upah Digital Perlu Terus Didukung

Konsep inklusi keuangan menjadi pilar utama mendukung transisi keuangan digital.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan International Labour Organization (ILO) berkolaborasi menggelar workshop dengan tema Advancing an inclusive financial ecosystem that enables responsible digital wage payments for SMEs and workers in Indonesia di Jakarta.
Foto: .
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan International Labour Organization (ILO) berkolaborasi menggelar workshop dengan tema Advancing an inclusive financial ecosystem that enables responsible digital wage payments for SMEs and workers in Indonesia di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan International Labour Organization (ILO) berkolaborasi menggelar workshop dengan tema “Advancing an inclusive financial ecosystem that enables responsible digital wage payments for SMEs and workers in Indonesia” di Jakarta. Forum untuk mengembangkan ekosistem keuangan yang inklusif dengan mendorong transisi pembayaran upah secara digital bagi pekerja di Indonesia ini juga melibatkan berbagai stakeholder dari industri perbankan.

“Literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM termasuk pekerja di sektor tersebut merupakan poin penting untuk mendukung transisi pembayaran upah digital dan transisi dari ekonomi informal ke ekonomi formal,” ujar Direktur Teknologi & Operasional merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono yang menjadi salah satu pembicara.

Amirul memaparkan konsep literasi dan inklusi keuangan menjadi pilar utama dalam mendukung transisi keuangan digital. Perseroan juga menyoroti upaya berkelanjutan dalam pengembangan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman bagi para pelaku UMKM. 

Forum ini digelar sebagai wadah diskusi terhadap urgensi mendorong transisi kepada pembayaran upah digital. Termasuk studi kasus yang berfokus pada hambatan dan solusi dalam transisi digital, terutama untuk sektor UMKM dan pekerja rentan di perdesaan, sektor informal, perempuan, dan pekerja migran. 

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kemenko Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, Women’s World Banking, dan para CEO serta CFO dari sektor perbankan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement