Kamis 07 Dec 2023 18:49 WIB

Kadin Tegaskan Posisi Netral Selama Pemilu 2024

Tak ada instruksi apa pun terkait keterlibatan Kadin dalam pesta demokrasi.

Logo Kadin (ilustrasi)
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Logo Kadin (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengungkapkan, posisi Kadin netral dan tidak condong atau memihak salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Ia menyebut, Kadin tidak terbawa arus dalam politik praktis, justru fokus pada kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tidak membawa dalam politik praktis, politik kita adalah politik kesejahteraan, yang kita perjuangkan adalah politik ekonomi, itu yang kita usung. Oleh sebab itu yang kami sampaikan yang berkaitan dengan tema itu. Kita ingin damai, kita ingin ekonomi tumbuh. Karena kita ingin mencapai Indonesia Emas 2045,” ujar Yukki dalam Rapimnas Kadin yang digelar di Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Baca Juga

Hal itu ia sampaikan terkait Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid yang menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Serta Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2015-2021 Rosan Roeslani yang menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Bahkan, lanjut Yukki, berdasarkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga Kadin, Arsjad Rasjid sebenarnya tidak perlu mengajukan cuti selama menjadi tim pemenangan salah satu pasangan calon capres/cawapres. Namun diakuinya, guna menjaga posisi Kadin yang tetap netral, maka Arsjad dinyatakan mengambil posisi berhalangan sementara.

Yukki menegaskan, tak ada instruksi apa pun terkait keterlibatan Kadin dalam pesta demokrasi. Sementara terkait kedua sosok yang masuk dalam tim pemenangan, hal itu merupakan urusan pribadi masing-masing keduanya.

Dirinya kembali menuturkan, Kadin saat ini justru berfokus pada proses Pemilu 2024 yang berlangsung damai, sehingga ekonomi Indonesia tetap tumbuh dan menuju Indonesia Emas 2045.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement