Senin 04 Dec 2023 12:45 WIB

Perjalanan Dua KA di Daop 4 Semarang Terganggu Akibat Longsor Banyumas

Dua KA yang terganggu perjalanannya yakni KA Joglosemarkerto dan Kamandaka.

Aktivitas layanan transportasi kereta api di Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Rabu (9/3).
Foto: dok. Istimewa
Aktivitas layanan transportasi kereta api di Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Rabu (9/3).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT KAI mencatat perjalanan dua KA di wilayah Daop 4 Semarang terganggu akibat longsor yang melanda rel di petak jalan Karanggandul-Karangsari, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (4/12/2023) dinihari.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, dua KA yang terganggu perjalanannya tersebut masing-masing KA Joglosemarkerto dan Kamandaka. "Beberapa KA dibatalkan dan diubah pola operasionalnya," kata dia.

Baca Juga

Ia menjelaskan, perjalanan KA Kamandaka relasi Cilacap-Semarang dan Semarang-Bumiayu dibatalkan keberangkatannya. Adapun untuk KA Joglosemarkerto relasi Semarang-Tegal-Purwokerto, kata dia, diubah operasional perjalanannya dengan hanya berakhir di Stasiun Tegal.

Ia menambahkan dampak dari longsor di Banyumas juga berdampak terhadap pengalihan perjalanan 9 KA lintas selatan melalui jalur utara. Kesembilan KA yang dialihkan perjalanannya masing-masing KA Ranggajati, Argo Semeru, Fajar Utama Solo dan Yogyakarta, Bengawan, Taksaka, Argo Lawu, Argo Lawu, dan Argo Dwipangga.

 

Ia mengatakan PT KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan akibat perubahan pola operasi dan pembatalan perjalanan tersebut. PT KAI, lanjut dia, memberikan kompensasi atas keterlambatan atau penundaan perjalanan KA tersebut. Selain itu, kata dia, biaya pembelian tiket KA yang dibatalkan keberangkatannya akan dikembalikan 100 persen.

PT KAI, menurut dia, mengupayakan pembersihan rel dari sisa longsoran agar perjalanan KA dapat segera kembali normal.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement