Jumat 01 Dec 2023 00:25 WIB

Mandiri Institute: Tingkat Belanja Saat Ini Tertinggi Sejak Pandemi

Mayoritas Indeks Belanja Mandiri meningkat terutama di Kalimantan, Maluku dan Papua.

Seorang wanita mengenakan masker saat berbelanja di supermarket di tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung di Banda Aceh, Indonesia, 10 Februari 2022.
Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Seorang wanita mengenakan masker saat berbelanja di supermarket di tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung di Banda Aceh, Indonesia, 10 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mandiri Institute mencatat tingkat belanja per 26 November 2023 tertinggi sejak pandemi COVID-19 yang terlihat dari Indeks Belanja Mandiri (Mandiri Spending Index/MSI) sebesar 181,5, dengan rata-rata level belanja periode normal 2022 yakni 124,6.

Indeks tersebut juga meningkat dibandingkan dengan Oktober 2023 sebesar 175,9.

Baca Juga

"Peningkatan merata terjadi di semua kelompok belanja, baik itu barang konsumsi, rumah tangga, elektronik, belanja leisure, edukasi, medis, dan mobilitas," kata Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono, di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Per 19 November 2023, Yudo mengungkapkan kenaikan indeks tertinggi tercatat pada belanja elektronik sebesar 21,2 persen jika dibandingkan dengan 19 Oktober 2023 (month-on-month/mom).

 

Selanjutnya, terdapat kenaikan tertinggi dari belanja leisure atau belanja kebutuhan mengisi waktu senggang seperti jalan-jalan, hingga menonton konser sebesar 7 persen (mom), belanja rumah tangga naik 6,6 persen (mom), belanja mobilitas 5,6 persen (mom), barang konsumsi 3,9 persen (mom), edukasi 3,2 persen (mom), dan medis 3,1 persen (mom).

Dari segi wilayah, ia menyebutkan, mayoritas Indeks Belanja Mandiri meningkat terutama di Kalimantan serta Maluku dan Papua. Di sisi lain, Indeks Belanja Mandiri di Bali Nusa Tenggara cenderung melambat sejak Agustus 2023.

Akselerasi Indeks Belanja Mandiri di Kalimantan terlihat beriringan dengan proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Sementara itu sesuai pola musiman, belanja di Bali Nusa Tenggara melambat di periode September hingga November 2023.

"Perlambatan ini kemungkinan berhubungan dengan melambatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang biasanya terjadi sejak Agustus hingga November," ujar dia menjelaskan.

Sementara berdasarkan kelompoknya, Yudo mengatakan belanja kelompok berpendapatan rendah sedikit melambat per November 2023, sementara kelompok berpendapatan menengah dan kelompok berpendapatan tinggi masih menguat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement