Sabtu 10 Jan 2026 15:27 WIB

Investor Swasta di IKN Bertambah Lima

Kehadiran lima investor ini menambah daftar 50 investor IKN.

Pengunjung berdiri di depan pohon Natal dengan latar belakang Istana Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (26/12/2025). Menurut Otorita IKN (OIKN), per Kamis (25/12) jumlah pengunjung yang berlibur di IKN tercatat lebih dari 36.700 orang dan diperkirakan meningkat pada libur Tahun Baru 2026.
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pengunjung berdiri di depan pohon Natal dengan latar belakang Istana Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (26/12/2025). Menurut Otorita IKN (OIKN), per Kamis (25/12) jumlah pengunjung yang berlibur di IKN tercatat lebih dari 36.700 orang dan diperkirakan meningkat pada libur Tahun Baru 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebutkan investor di IKN bertambah lima. Investor tersebut bergerak di berbagai bidang usaha mulai kuliner, sarana dan prasarana olahraga, perniagaan, hingga perkantoran swasta.

Kelima investor tersebut adalah PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya.

Baca Juga

"Hadirnya tambahan proyek ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara," kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Sabtu (10/1/2026).

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para investor dalam mendukung pembangunan IKN, yang membuktikan bahwa pemerintah konsisten membangun Nusantara untuk dunia. Kelima investor tersebut telah melakukan penandatanganan tujuh perjanjian pemanfaatan tanah dan pengalokasian lahan aset dalam penguasaan (ADP) OIKN serta akta notarial di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Jumat (9/1/2026).

Kehadiran lima investor ini menambah daftar 50 investor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan di IKN dari sektor swasta dengan total nilai investasi mencapai Rp 66 triliun. Investasi dari 50 investor tersebut terbagi dalam lima klaster, yakni komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian dan residensial.

Pada klaster hunian dan residensial, proyek dengan investasi PT Pakubuwono Mandiri Investama, yakni rancangan pembangunan apartemen hunian bagi staf kedutaan yang akan dimulai Juli 2026 dengan target penyelesaian Juli 2028.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Sudiro Roi Santoso menambahkan sejumlah proyek investasi dari lima investor ini direncanakan mulai berjalan pada pertengahan 2026. "Sebagian besar dari tujuh perjanjian kerja sama ini akan memulai pembangunan sekitar pertengahan tahun 2026. Sedangkan, saat ini, para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan perizinan," kata Roi.

Sementara, perwakilan PT Batara Maduma Prospernusa Bob Yanuar menyampaikan apresiasi atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan Otorita IKN untuk berpartisipasi dalam pembangunan Nusantara. "Menurut pengamatan saya, dengan kepemimpinan Bapak Basuki, kemajuan dan perkembangan IKN luar biasa. Saya ucapkan terima kasih karena kami diberi kesempatan dan kepercayaan berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara ini," kata Bob.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement