Kamis 30 Nov 2023 01:02 WIB

PGN Targetkan Penjualan Gas Bumi Tumbuh 4 Persen di 2024

PGN akan terus meningkatkan kinerja melalui diversifikasi produk.

Subholding Gas PT Pertamina yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN menargetkan penjualan gas bumi dapat meningkat 4 persen year on year (yoy) pada 2024. (ilustrasi)
Foto: PGN
Subholding Gas PT Pertamina yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN menargetkan penjualan gas bumi dapat meningkat 4 persen year on year (yoy) pada 2024. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subholding Gas PT Pertamina yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN menargetkan penjualan gas bumi dapat meningkat 4 persen year on year (yoy) pada 2024.

“Terutama ada tambahan pasokan dari Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina Jabung LNG alokasinya untuk PGN, Pertamina EP (PEP) Jambaran Tiung Biru, Pangkah, dan juga Muria,” ujar Direktur Sales dan Operasi PGN Ratih Esti Prihatini dalam Public Expose Live 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga

Esti melanjutkan, perseroan juga akan mengupayakan akuisisi pelanggan melalui penetrasi market, market development, pengembangan jaringan gas (jargas), skema bundling dengan pelanggan komersial, serta product development.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari mengatakan PGN akan terus meningkatkan kinerja melalui diversifikasi produk dan optimalisasi portofolio, dengan memanfaatkan aset, sumber daya, dan sinergi dengan Subholding Migas.

 

“Beberapa yang akan kami laksanakan adalah revitalisasi tangki Arun F-6004, spesifik untuk mengamankan Arun sebagai LNG Hub. Kemudian, penyediaan LNG Bunkering, optimalisasi penyaluran pipa minyak Blok Rokan, peningkatan produksi Wilayah Kerja Pangkah, penyiapan bisnis clean and renewable energy, antara lain berupa gas biometan untuk demand di Jawa Barat, dan pembangunan infrastruktur gas menuju IKN,” ujar Rosa.

Hingga kuartal III-2023, emiten berkode saham PGAS ini membukukan pendapatan konsolidasi yang meningkat dua persen (yoy) menjadi senilai 2,69 miliar dolar Amerika Serikat (AS). “Kontributor utama pendapatan perseroan dari bisnis niaga, transmisi dan transportasi gas bumi. Pendapatan tersebut kontribusinya 93,24 persen atau 2,51 miliar dolar AS,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fadjar Harianto Widodo.

Kemudian, pengaliran gas bumi di bisnis transmisi sebesar 1.444 MMSCFD tercatat tumbuh 8 persen (yoy) pada kuartal III-2023, yang disebabkan mengalirnya gas di Pipa Transmisi Gresik- Semarang.

Volume niaga gas bumi juga tumbuh 5 persen (yoy) atau menjadi 935 BBTUD, di mana jumlah pelanggan mencapai lebih dari 839 ribu dengan volume terbesarnya dari pembangkit listrik, industri kimia, keramik, makanan, dan pupuk.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement