Rabu 29 Nov 2023 09:05 WIB

IHSG Diproyeksi Tembus 8.100, Ini Strategi Atur Investasi untuk Tahun Depan 

Pelonggaran moneter tahun depan bisa buat investor lebih agresif.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2022).
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai wajar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mencapai kisaran 8.100 pada semester II 2024. Head of Research Team Mirae Asset, Robertus Hardy, mengatakan potensi penguatan indeks saham utama domestik tersebut didukung oleh beberapa faktor. 

Robertus melihat pelonggaran kebijakan moneter bank sentral global berpotensi terjadi pada tahun depan. "Hal ini dapat memicu iklim investasi yang positif, baik untuk pasar saham maupun pasar obligasi," kata Robertus melalui siaran pers, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga

Menurut Robertus, investor bisa memanfaatkan kondisi itu menjadi peluang untuk memilih strategi investasi yang lebih agresif. Pasar saham akan didukung beberapa sektor yaitu perbankan, telekomunikasi, otomotif, dan sektor lain yang terkait barang konsumsi. 

Robertus menjelaskan, prediksi tersebut didasari valuasi fundamental rasio harga saham per laba (P/E ratio) sebesar 14x-15x dan asumsi pertumbuhan dividen per saham (EPS growth) sebesar 10 persen-15 persen.

 

Terkait dengan prediksi tersebut, dia menyarankan investor untuk mengalokasikan mayoritas portofolionya dalam bentuk saham baik saham unggulan atau blue chips, saham lapis dua, dan atau reksa dana indeks sebesar 60 persen. Sisanya 40 persen bisa dialokasikan pada instrumen obligasi pemerintah untuk paruh kedua 2024.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement