Selasa 28 Nov 2023 23:31 WIB

Industri Pariwisata Diperkirakan Baru Pulih pada 2025

Kunjungan wisman ke Indonesia hingga kini mencapai 11 juta kunjungan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kunjungan wisman ke Indonesia hingga kini mencapai 11 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

“Capaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun ini sekitar 11 juta atau di atas target 8,5 juta. Pada 2024, kita menargetkan 14 juta kunjungan wisman atau masih di bawah capaian 2019 sebesar 16,11 juta. Kita optimistis di 2025 sektor pariwisata akan pulih seperti semula,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Indonesia Tourism Outlook 2024 yang digelar oleh Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga

Sektor pariwisata pada 2024, lanjut dia, diprediksi akan cerah, bahkan lebih baik dibandingkan tahun ini meski besarannya belum seperti 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. Sandiaga mengatakan untuk mencapai target 14 juta kunjungan wisman pada 2024, Indonesia dihadapkan sejumlah tantangan terutama oleh situasi global yang tidak menentu.

Meski demikian, pariwisata Indonesia tahun ini mengalami percepatan kebangkitan. Pihaknya yang semula menetapkan target kunjungan 7,6 juta wisman kemudian dinaikkan menjadi 8,5 juta pada kuartal III 2023.

Untuk mencapai target tersebut, menurut dia, berbagai tantangan harus dihadapi bersama di antaranya memperkuat konektivitas penerbangan dari negara-negara sumber wisman dengan tersedianya kursi pesawat yang mencukupi. Selain itu, penyebaran wisman ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia juga masih menjadi tantangan. Bali sebagai magnet dalam menarik kunjungan wisman diharapkan dapat menyebarkan ke destinasi lain di Indonesia.

Untuk itu pemerintah gencar mempromosikan ‘Bali beyond’ terutama ke lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. “Meskipun perekonomian global diproyeksikan akan terjadi perlambatan, namun tren pertumbuhan perekonomian nasional diprediksi masih akan terus kuat di 2024, mencapai 5 persen menurut IMF dan OECD. Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan perekonomian negara-negara kuat seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, meski sedikit lebih rendah dibandingkan India,” katanya.

Sementara itu, Direktur Marketing and Consumer Experience PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Maya Watono menuturkan lima DPSP menjadi daya tarik baru bagi pariwisata untuk mendatangkan wisman. Pemerintah akan gencar mempromosikan ‘Bali beyond’ dalam upaya mendorong penyebaran kunjungan wisman dari Bali ke lima DPSP.

“Kita berupaya menyediakan seat pesawat yang mencukupi untuk mendukung target 14 juta wisman,” katanya.

Dia menuturkan, rata-rata sudah mencapai 70 persen dibutuhkan sekitar 20 juta seat, sementara yang tersedia saat ini sekitar 11 juta seat pesawat. Ia berharap pada 2024 secara bertahap kekurangan 9 juta seat pesawat akan terpenuhi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement