Senin 27 Nov 2023 16:39 WIB

Adaro Minerals Kejar Target Proyek Smelter Aluminium Tahap I Kelar 2025

Smelter Adaro Tahap I akan memiliki kapasitas total 500 ribu ton per tahun

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Adaro Minerals berkomitmen membangun smelter aluminium terbesar di Indonesia. Smelter Adaro Tahap I akan memiliki kapasitas total 500 ribu ton per tahun
Foto: Adaro Minerals
Adaro Minerals berkomitmen membangun smelter aluminium terbesar di Indonesia. Smelter Adaro Tahap I akan memiliki kapasitas total 500 ribu ton per tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adaro Minerals, Tbk (ADMR) menyampaikan, proyek fasilitas pemurnian atau smelter aluminium skala besar di Kalimantan Utara masih terus berjalan sesuai rencana. Perusahaan optimistis proyek smelter dengan total kapasitas 1,5 juta ton per tahun itu akan beroperasi komersial pada akhir 2025 mendatang.

Direktur ADMR, Wito Krisnahadi, mengatakan, saat ini pembangunan smelter melalui PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) tengah fokus pada konstruksi tahap satu dengan total kapasitas 500 ribu ton per tahun. 

“Kita berencana membangun tiga tahap. Saat ini (tahap) konstruksi untuk 500 ribu ton per tahun yang direncanakan selesai semuanya COD (commercial operation date) akhir 2025,” kata Wito dalam konferensi pers Public Expose Live 2023, Senin (27/11/20230). 

Selanjutnya, ia mengatakan, pada tahap dua nanti, smelter akan naik kapasitasnya menjadi satu juta ton per tahun dan di tahap ketiga menjadi total 1,5 juta ton per tahun. Operasional smelter aluminium tersebut nantinya akan mendapat dukungan energi listrik dari pembangkit listrik tenaga air yang juga tengah dibangun.

Wito menyampaikan, bila nanti proyek ini tuntas, ADMR akan menjadi perusahaan terbesar yang memiliki smelter alumunium di Indonesia. 

Lebih lanjut, Wito menyampaikan, ADMR melalui KAI juga telah mencapai tahap finansial close. Adapun, total belanja modal yang disiapkan hingga proyek tahap satu rampung sebesar 2 miliar dolar AS. Ia mengatakan, perseroan telah mendapatkan pendanaan bank dengan total porsi 70 persen dari total kebutuhan. 

Namun, kata Wito, hingga saat ini ADMR masih fokus menggunakan ekuitas internal sebagai salah satu strategi finansial perusahaan. “Saat ini kita masih banyak memakai porsi ekuitas walaupun sudah ada pendanaan dari bank. Kita sudah dapat pendanaan tahap satu secara full sampai beroperasi di 2025,” ujar Wito. 

Sebagai informasi, ADMR membukukan pendapatan 720,62 juta dolar AS atau per September 2023. Pendapatan ADMR naik 8,12 persen dari 666,48 juta dolar AS bila dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Adapun, beban pokok pendapatan ADMR per September 2023 mencapai 341,01 juta dolar AS atau naik dari sebelumnya 251,5 juta dolar AS per September 2022. 

Sementara, laba bruto ADMR turun menjadi 379,60 juta dolar AS bila dibandingkan periode September 2022 lalu yang sebesar 414,88 juta. Sedangkan volume produksi ADMR pada kuartal III/2023 naik 55 persen menjadi 3,98 juta ton, berkat ketersediaan alat berat dan kinerja kontraktor yang baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement