Kamis 23 Nov 2023 17:21 WIB

Solar Sulit Didapat, Nelayan Pesisir Bandar Lampung Tunda Melaut

Stok solar yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan kapal nelayan.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi pembelian solar subsidi untuk nelayan.
Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Ilustrasi pembelian solar subsidi untuk nelayan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Para nelayan di pesisir Kota Bandar Lampung terpaksa menunda melaut mencari ikan, karena kesulitan mencari solar subsidi. Stok BBM jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) selalu habis, sedangkan di SPBU dalam kota Bandar Lampung dalam kondisi terbatas.

Di Kota Bandar Lampung hanya terdapat satu SPBN yang berada di kawasan TPI Lempasing. Namun, stok solar yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan kapal motor nelayan yang ingin melaut. Akhirnya, nelayan terpaksa mencari solar di SPBU untuk kendaraan umum, namun saat ini terjadi antrean panjang.

Baca Juga

Kebutuhan solar bersubsidi untuk kapal motor nelayan di SPBN tersebut sangat menentukan jadi tidaknya melaut mencari ikan. Sementara pasokan solar di SPBN selalu habis, sehingga nelayan yang tidak kebagian mencari dan membeli solar di luar dengan harga di atas normal dan sulit didapat.

Menurut Said (56 tahun), nelayan Kotakarang, kekosongan solar subsidi di SPBN selalu terjadi, akhirnya nelayan menunggu pasokan solar lagi dari Pertamina untuk mengisi tangki kapal motornya untuk melaut.

 

“Selama menunggu solar murah di SPBN, kapal motor kami masih sandar,” kata Said, Kamis (23/11/2023).

Sedangkan Naldi (52), nelayan di TPI Lempasing, terpaksa meminta surat rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mencari dan membeli solar di SPBU dalam Kota Bandar Lampung. Untuk membeli solar di SPBU kendaraan sudah mengantre panjang dan belum tentu dapat dalam sehari.

“Sekarang memang orang sulit mencari solar, sedangkan kami nelayan ingin membeli solar di tempat umum,” kata Naldi.

Agar bisa melaut, kata dia, solusinya banyak nelayan membeli solar kepada pengecer namun harganya sudah tinggi. Kondisi seperti ini, kesulitan mencari solar sudah lama terjadi, sehingga banyak nelayan lama menyandarkan perahu motornya.

Menurut Ketua DPD HNSI Lampung Bayu Witara, kekosongan stok solar di SPBUN sudah lama terjadi. Akibatnya, para nelayan bermodal surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan mencari solar di SPBU, namun stok solar di SPBU juga sedang kosong.

Dia mengatakan, meskipun dapat surat rekomendasi dari dinas, nelayan juga kesulitan mendapatkan solar untuk kapal motornya karena di SPBU saat ini juga terjadi antrean panjang kendaraan, karena kondisi pasokan solar juga berkurang. “Solar ini nyawanya nelayan, karena kapal motor butuh solar biar bisa melaut,” kata Bayu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement