Jumat 17 Nov 2023 11:48 WIB

Efek Dolar dan Jatuhnya Imbal Hasil Obligasi AS, Harga Emas Berjangka Menguat

Kontrak emas ditutup naik 23 dolar AS atau 1,17 persen.

Ilustrasi emas batangan.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ilustrasi emas batangan.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat (17/11/2023) pagi WIB) didorong oleh penguatan dolar AS dan jatuhnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup naik 23 dolar AS atau 1,17 persen menjadi 1.987,3 dolar AS per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (16/11/2023) bahwa klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian AS naik 13.000 klaim menjadi 231.000 klaim yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 11 November dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus. Para ekonom sebelumnya memperkirakan 220.000 klaim pada minggu tersebut.

Baca Juga

Karena indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) AS Oktober lebih lemah dari perkiraan, klaim pengangguran awal yang lebih tinggi dari perkiraan kembali memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunganya stabil pada pertemuan Desember dan mungkin akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya.

Data ekonomi lainnya yang dirilis pada Kamis (16/11/2023) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga impor AS turun sebesar 0,8 persen pada Oktober setelah naik sebesar 0,4 persen yang direvisi naik pada September. Para ekonom sebelumnya memperkirakan harga impor akan turun sebesar 0,3 persen.

 

Federal Reserve melaporkan bahwa produksi industri AS turun 0,6 persen pada Oktober setelah naik tipis sebesar 0,1 persen pada September. Para ekonom sebelumnya memperkirakan produksi industri akan turun sebesar 0,3 persen.

The Fed Philadelphia melaporkan bahwa ukuran aktivitas bisnis regional sedikit meningkat menjadi negatif 5,9 pada November dari negatif 9 pada Oktober. Sebelumnya para ekonom memperkirakan angka negatif 7,5 pada bulan November.

Dalam sebuah wawancara dalam program "Exchange" CNBC, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Loretta Mester mengatakan pada Kamis (16/11/2023) bahwa meskipun inflasi telah mereda, akan memerlukan waktu untuk sepenuhnya kembali ke target bank sentral sebesar 2 persen.

“Kita harus melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi berada pada jalur yang tepat untuk kembali ke 2 persen,” ujar Mester.

Logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Desember ditutup naik 39,5 sen atau 1,86 persen ke 23,933 dolar AS per ounce. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari ditutup naik 0,8 dolar AS atau 0,09 persen ke 902,8 dolar AS per ounce.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement