Jumat 17 Nov 2023 10:30 WIB

Penguatan Rupiah Akibat Data Pengangguran Amerika Naik

Pertemuan Xi Jinping dan Joe Biden yang memberi sentimen positif terhadap dolar AS.

Karyawan menghitung mata uang dollar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan menghitung mata uang dollar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (17/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova menyatakan penguatan Rupiah akibat data pengangguran Amerika Serikat (AS) yang meningkat 13 ribu menjadi 231 ribu dari perkiraan 220 ribu.

"Nilai tukar Rupiah hari ini diprediksi menguat terhadap dolar AS pada kisaran Rp 15.490-Rp 15.540 per dolar AS, dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni angka pengangguran Amerika yang naik," kata dia ketika dihubungi Antara, Jakarta, Jumat (17/11/2023).

Baca Juga

Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat sebesar 0,15 persen atau 24 poin menjadi Rp 15.531 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.555 per dolar AS.

Dia juga melihat ada sentimen dari pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dengan Presiden AS Joe Biden yang memberikan hasil positif. "Salah satu dari pertemuan tersebut adalah peluang untuk mengurangi sanksi AS terhadap ekspor dan investasi China yang ke depan akan berefek pada peningkatan volume perdagangan global," ungkap Rully.

 

Namun, selama pekan ini, data-data ekonomi AS yang memburuk, peringkat utang (credit rating) AS oleh Moody’s dari stabil menjadi negatif, dan perkiraan ekonomi AS yang melambat menandai era Paman Sam masuk periode soft landing.

Melihat sentimen domestik, belum ada terbaru selain neraca perdagangan Indonesia yang kembali surplus ke-42 kali beruntun.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia pada Oktober 2023 mengalami surplus 3,48 miliar dolar AS, atau berada dalam kondisi surplus selama 42 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus perdagangan Oktober 2023 tercatat naik 0,07 miliar dolar AS dibandingkan capaian pada September 2023 (month to month/mtm), namun turun 2,12 miliar dolar AS dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2022 (year on year/yoy).

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement