Rabu 15 Nov 2023 17:08 WIB

Inflasi AS Stabil, IHSG dan Bursa Asia Menghijau

NPI pada Oktober berhasil mencatatkan surplus 3,48 miliar dolar AS.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023). IHSG ditutup melemah 0,32% ke 6899,39 pada akhir perdagangan. IHSG sempat mencapai posisi tertinggi di 6.937,64 dan terendah di 6.898,38 sepanjang sesi. Sebanyak 219 saham ditutup di zona hijau, 308 saham melemah, dan 215 saham lainnya ditutup di posisi yang sama.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/8/2023). IHSG ditutup melemah 0,32% ke 6899,39 pada akhir perdagangan. IHSG sempat mencapai posisi tertinggi di 6.937,64 dan terendah di 6.898,38 sepanjang sesi. Sebanyak 219 saham ditutup di zona hijau, 308 saham melemah, dan 215 saham lainnya ditutup di posisi yang sama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif sepanjang perdagangan Rabu (15/11/2023). Di akhir sesi kedua, IHSG ditutup menguat sebesar 1,40 persen atau naik 96 poin ke level 6.958,20.

Kenaikan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang kompak menghijau sore ini. Hang Seng memimpin dengan menguat nyaris empat persen, kemudian Nikkei melompat naik 2,52 persen dan Strait Times menguat 0,71 persen.

Baca Juga

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bursa Asia kompak menguat setelah dolar AS mengalami penurunan terberat dalam setahun pada hari ini karena inflasi AS yang stabil.

"Ini meningkatkan kepercayaan investor bahwa kenaikkan tingkat suku bunga The Fed telah selesai dan mungkin akan mengurangi tingkat suku bunga pada awal tahun depan," kata Nico dalam ulasannya.

 

Bank of Japan mengurangi pembelian obligasi regulernya ketika pasar menguat. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor sepuluh tahun mencapai titik terendah dalam satu bulan di 0,775 persen.

Di dalam negeri, neraca perdagangan Indonesia pada Oktober berhasil mencatatkan surplus 3,48 miliar dolar AS atau diatas proyeksi pasar yang sebesar 3 miliar dolar AS.

"Beberapa kabar positif inilah yang memicu penguatan pada Bursa Asia, tak terkecuali IHSG," kata Nico.

Hampir semua sektor mencatatkan kenaikan. Dari sektor tekonologi, saham GOTO masuk dalam jajaran top gainer dengan menguat 6,17 persen. Banak digital ARTO juga naik tajam mencapai 12,20 persen.

Saham empat bank besar juga mengalami lonjakan dengan BBRI memimpin kenaikan sebesar 3,45 persen, lalu BBNI melesat naik 2,05  persen serta BBRI dan BBCA kompak menguat lebih dari satu persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement