Senin 13 Nov 2023 23:24 WIB

Kuningan Panen Kedelai Capai 453 Ton Sampai November

Hasil itu menjadi langkah awal memaksimalkan produksi kedelai ke depan.

Petani megumpulkan kedelai yang dipanen (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Siswowidodo
Petani megumpulkan kedelai yang dipanen (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat tingkat produktivitas kedelai lokal di daerahnya sudah relatif tinggi dengan hasil panen sebanyak 453 ton sampai November 2023.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Senin (13/11/2023), menjelaskan, hasil itu bisa menjadi langkah awal bagi pihaknya untuk memaksimalkan produksi kedelai pada tahun-tahun berikutnya. Meskipun angka panen tersebut belum menyentuh ribuan ton.

Baca Juga

"Hasil panen kedelai produksinya 453 ton dari luas panen 434 hektare atau memiliki tingkat produktivitas sekitar 10,44 kuintal/hektar," kata Wahyu.

Menurutnya, kedelai menjadi salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan dan dapat diproyeksikan guna memenuhi pasokan kebutuhan bahan tersebut di Kabupaten Kuningan. Sebab, kata dia, angka produksi kedelai sebesar 10,44 kuintal per hektare itu sudah cukup baik karena luas tanam komoditas itu sekitar 548 hektare.

"Luas tanam kedelai mencapai 548 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan," ungkapnya.

Diskatan Kabupaten Kuningan terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi kedelai di Kabupaten Kuningan dan mendorong agar para petani mau menanam komoditas itu, karena peluang pasarnya terbuka lebar. Salah satu program peningkatan produksi kedelai di Kuningan, ujar Wahyu, yakni dengan menyulap lahan bekas galian pasir menjadi kebun kedelai yang berada di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu. Lahan bekas galian pasir itu, berhasil diolah dan bisa ditanami kedelai varietas lokal yang berawal dari program Kementerian Pertanian.

"Program itu dilakukan sejak 2018 dan sudah berhasil mengembangkan kedelai untuk ditanam," katanya.

 

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement