Selasa 07 Nov 2023 18:45 WIB

Harga Gabah Diprediksi Bakal Tetap Tinggi, Amran: Saya Ingin Petani Sejahtera

Harga gabah kemungkinan bakal tetap tinggi hingga puncak panen tahun depan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2023).
Foto: Republika/ Dedy Darmawan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tak mempersoalkan ihwal kenaikan harga gabah yang terjadi saat ini. Sebab, bagi Kementerian Pertanian, petani harus mendapatkan keuntungan agar dapat terus berproduksi dan menghasilkan beras bagi masyarakat.

“Sederhana inginnya saya, petani sejahtera,” kata Amran saat ditemui di Kementerian Pertanian, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga

Amran tak menampik, kenaikan harga gabah tentu berpengaruh pada tingginya harga beras di konsumen. Namun, menurut Amran, upaya stabilisasi harga di masyarakat sudah ditugaskan kepada Perum Bulog yang semestinya bisa menjaga harga.

Lebih lanjut, Amran mengatakan, Kementan saat ini terus mengupayakan musim tanam yang baru dapat dimulai imbas kemarau ekstrem beberapa bulan terakhir. Diakuinya, musim tanam terlambat sehingga puncak panen raya baru akan jatuh pada April-Mei 2024 mendatang.

 

“Sebenarnya tanam ini mundur satu bulan. Insya Allah kita akan melakukan percepatan tanam. Segera kita turun memastikan daerah-daerah yang akan kita tanami,” ujarnya.

Harga gabah tetap tinggi sampai tahun depan ...

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement