Senin 30 Oct 2023 23:50 WIB

Hilirisasi Alat Kesehatan, Jepang Tertarik Ventilator Buatan Indonesia

Proyek tersebut merupakan kolaborasi dalam pengembangan hilirisasi alat kesehatan.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi ventilator.
Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/rwa.
Ilustrasi ventilator.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya menunjukkan kemampuan industri ventilator dalam negeri agar bisa berdaya saing di kancah global. Upaya itu direalisasikan melalui fasilitasi keikutsertaan PT Stechoq Robotika Indonesia pada ajang bergengsi skala internasional, yakni Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) 2023 di Singapura Expo.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, industri ventilator nasional saat ini telah memenuhi standar internasional. "Melalui pameran ITAP 2023, diharapkan juga dapat menarik investasi dan membangun hubungan kerja sama dengan industri alat kesehatan luar negeri,” ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (30/10/2023).

Baca Juga

Pada pameran ITAP 2023, lanjutnya, Indonesia memperkenalkan produk ventilator emergency C01 yang memiliki ukuran compact dan ringan sehingga mudah dibawa (portable) tetapi memiliki fitur dan fungsi yang sama dengan pendahulunya yaitu Ventilator V01. Kemenperin pun mendorong pendalaman industri alat kesehatan dalam negeri termasuk komersialisasi produk-produk riset dan inovasi yang terkait. 

"Kita patut berbangga diri, Indonesia telah mampu memproduksi ventilator emergency portable yang tidak kalah dengan produk luar,” jelas dia.

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal ILMATE menginisasi pembuatan ventilator V01 yang merupakan ventilator ICU pertama karya anak bangsa di Indonesia. Inovasi itu merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Swayasa Prakarsa, PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI), PT Stechoq Robotika Indonesia, CV Rajawali 3D, dan dokter spesialis anastesi konsultan intensive care unit RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Dijelaskan, proyek tersebut merupakan kolaborasi nyata dalam pengembangan hilirisasi alat kesehatan yang bertujuan mewujudkan kemandirian nasional dalam bidang alat kesehatan dan upaya mengurangi ketergantungan impor.

Hadirnya ventilator dalam negeri, kata Taufiek, akan meningkatkan daya saing industri alat kesehatan nasional sehingga mampu bersaing dengan produk global. Kemenperin pun telah memasukkan produk alat kesehatan melalui katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Ventilator V01 telah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan dan memiliki sertifikat TKDN dengan nilai 43,16 persen. Nilai TKDN di atas 40 persen, ventilator tersebut menjadi barang wajib yang harus dibeli pada pengadaan pemerintah atau BUMN,” tegasnya.

Pada ajang ITAP 2023, PT Stechoq Robotika Indonesia juga melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan Adex Aile Co Ltd Jepang. Lingkup kerja sama yang akan dilakukan termasuk proses perakitan, pemasaran, dan maintenance support.

Produk yang dikerjasamakan yaitu peralatan pengujian keamanan kelistrikan untuk produk alat kesehatan elektronik. Adapun alat uji tersebut sudah sesuai dengan pengujian standar internasional yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk alat kesehatan berbasis elektronik di dalam negeri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement