Senin 30 Oct 2023 17:40 WIB

Astra Financial di Antara Solusi Pembiayaan dan Pertumbuhan Industri Otomotif

Kami memberi solusi layanan keuangan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Astra Financial mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.
Foto: Republika.co.id
Astra Financial mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, Astra Financial menjadi sponsor platinum untuk kali kelima di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 10-20 Agustus 2023. Di ajang pameran otomotif terbesar tahunan di Asia Tenggara tersebut, sembilan unit bisnis Astra terlibat dalam pembiayaan roda empat dan dua, termasuk asuransi dan layanan keuangan digital.

"Angka penjualan mobil sudah melebihi angka sebelum pandemi. Ini berarti Astra Finansial turut mendukung industri otomotif nasional untuk tumbuh, karena kami memberi solusi layanan keuangan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berani memiliki mobil impiannya," kata Director In Charge Astra Financial, Suparno Djasmin dalam pidatonya dikutip Republika.co.id di Jakarta, Senin (30/10/2023).

Adapun sembilan unit bisnis yang tergabung dalam Astra Financial, mencakup FIFGROUP, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Finance (TAF), Asuransi Astra, Astra Life, SEVA, AstraPay, Maucash, dan Moxa. Semuanya kompak dan solid hingga menunjukkan performa kinerja yang memuaskan. Pada GIIAS ke-30 tersebut, Astra Financial terbukti melampaui target.

Menurut Suparno, nilai transaksi yang dibukukan perseroan mencapai Rp 2,385 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 53 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun jumlah total penyaluran tercatat sebanyak 6.820 surat pemesanan kendaraan (SPK) dari target 6.600 SPK atau mencapai 103 persen.

Jika dirinci, transaksi untuk roda empat yang dicatatkan Astra Financial melalui ACC dan TAF di GIIAS 2023 meningkat sebesar 53 persen atau di angka Rp 2,361 triliun dari 6.253 SPK. Adapun transaksi roda dua yang dilakukan oleh FIFGROUP mencapai Rp 14,1 miliar atau naik 67,72 persen dibandingkan tahun lalu dengan total 567 unit.

Suparno menerangkan, target Rp 2,3 triliun sebenarnya dicanangkan untuk pelaksanaan GIIAS di Jakarta dan Surabaya. Sedangkan, sampai hari penutupan acara di Jakarta, nilai transaksi sudah melebihi pagu yang ditetapkan.

Pun pelaksanaan GIIAS di Surabaya, Astra Financial mampu membukukan transaksi Rp 463,97 miliar atau meningkat 46 persen dibandingkan tahun 2022. Sementara itu, total SPK ikut melampaui target di angka 1.800 unit atau sekitar 112 persen dari target.  

Hal itu masih ditambah proteksi kendaraan melalui asuransi kendaraan dan proteksi jiwa. Tidak ketinggalan, layanan bisnis keuangan digital melalui SEVA juga mencatat lebih dari 3.900 instant approval atau mencapai 390 persen dari target yang telah ditetapkan.

Suparno mengakui, perusahaan yang digawangi menjadi pilihan konsumen dalam membeli kendaraan bermotor. Hal itu karena Astra Financial mampu menjembatani masyarakat yang sebagian besar dalam membeli mobil atau motor memerlukan jasa pembiayaan kredibel.

"Kami memberi solusi layanan keuangan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berani memiliki mobil impiannya. Kami membawa dampak positif perekonomian nasional dan masyarakat luas, sejalan visi kami jadi mitra keuangan menyeluruh dan menguntungkan konsumen dengan dukungan seluruh bisnis unit kami," ujar Suparno.

Project Director Astra Financial GIIAS 2023, Tan Chian Hok menerangkan, perseroan mencatatkan total transaksi senilai Rp 2,84 triliun dari ajang GIASS di Jakarta dan Surabaya. Torehan itu naik sebanyak 51,68 persen kalau dikomparasikan dengan tahun lalu, yang mencatat transaksi Rp 1,87 triliun.

"Ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu sebesar Rp 2,30 triliun atau mencapai 123,47 persen dari target. Terima kasih, semoga Astra Financial bisa terus hadir dan menjadi mitra keuangan terpercaya bagi masyarakat Indonesia," ujar Tan.

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Bambang W Budiawan menjelaskan, pertumbuhan penjualan otomotif pada semester pertama 2023 naik 17 persen dibandingkan 2022. Hal itu dibarengi dengan angka non performing loan (NPL) di angka 2,67 persen. Kondisi tersebut itu menandakan pembiayaan di sektor otomotif tumbuh sehat.

"Kami amati sektor industri otomotif merupakan kontributor utama sektor pembiayaan, di mana jumlah piutang pembiayaan objek kendaraan bermotor mencapai 76,3 persen dari total pembiayaan pada Juni 2023. Tentunya OJK menyambut positif sektor otomotif yang terus tumbuh bersamaan laju ekonomi nasional pasca-Covid-19," kata Bambang.

Dia pun mendukung upaya Astra Financial untuk terus menggenjot pembiayaan agar masyarakat bisa memiliki mobil atau motor pribadi. Dengan begitu, perekonomian bisa menggeliat lagi usai dihantam pandemi Covid-19 pada 2020 hingga awal 2023.

Meski begitu, ia mengingatkan, pelaku industri pembiayaan wajib mewaspadai perkembangan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian. Karena jika penyaluran pembiayaan otomotif tidak hati-hati, bisa bisa berimbas kepada kinerja perekonomian nasional.

"Tentu kewaspadaan industri pembiayaan bagaimana mengimplementasikan manajemen risiko dan memastikan mengantisipasi krisis sebagai hal utama dari kegiatan usaha pembiayaan dapat berjalan prudent dan akuntabel didukung check and balance optimal," kata Bambang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement