Jumat 27 Oct 2023 19:01 WIB

PPI Pastikan Kualitas Bantuan Program Stunting

PPI mendapatkan penugasan untuk mendistribusikan bantuan penanganan stunting.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Warga menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan pangan di halaman Kantor Kecamatan Andir, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/5/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan pangan di halaman Kantor Kecamatan Andir, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) memastikan penyaluran bantuan penanganan stunting berjalan lancar. Kepala Divisi Komoditas Pangan dan Produk Konsumen PPI Andre D Manuhutu mengatakan, PPI sebagai anggota holding BUMN pangan (ID Food) mendapatkan penugasan untuk mendistribusikan bantuan penanganan stunting.  

"Bantuan pangan penanganan stunting ini merupakan penyaluran tahap kedua di wilayah Jawa Tengah yang dimulai sejak awal Oktober 2023," ujar Andre dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/10/2023). 

Baca Juga

Andre memastikan, proses distribusi berjalan dengan baik melalui kunjungan langsung ke beberapa desa di Banyumas, Jawa Tengah. Andre menyampaikan, PPI telah mendistribusikan bantuan di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Andre menyampaikan, target penyaluran sebanyak 355.514 Keluarga Risiko Stunting (KRS). PPI, lanjut Andre, berkomitmen terus memberikan produk dengan kualitas baik untuk keluarga penerima bantuan stunting.

 

"PPI memonitoring proses penyortiran secara langsung bersama dengan dinas urusan pangan di daerah setempat dan PT Pos Indonesia (Persero)," ucap Andre. 

Warga Banyumas mengapresiasi kualitas produk bantuan stunting PPI. Warga yang terdaftar sebagai KRS menilai bantuan berupa telur dan ayam berada dalam kondisi yang baik.

"Kondisi telur bagus dan ayamnya segar," ujar warga Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Suripah.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir berharap bantuan ini dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Erick menyampaikan bantuan daging ayam dan telur akan diberikan kepada 1,45 juta KRS di tujuh provinsi, mulai dari Banten, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Erick menjelaskan 1,45 juta KRS akan mendapatkan 1 kg daging dan 10 butir telur setiap bulan hingga November 2023. 

"Semoga bantuan ini dapat meningkatkan kualitas gizi dan kualitas hidup masyarakat. BUMN sejak awal berkomitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhannya," ucap Erick. 

Dalam pelaksanaannya, ucap Erick, ID Food juga akan dibantu PT Pos Indonesia serta anggota holding BUMN pangan seperti Berdikari, PPI, dan Nusindo. Erick juga meminta BUMN untuk terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, kementerian dan lembaga lain, hingga pemerintah daerah dalam program bantuan tersebut. 

"BUMN tidak bisa menjadi menara gading, untuk itu, saya memastikan BUMN terus bersama-sama dengan berbagai pihak untuk memastikan proses penyaluran bantuan bisa berjalan dengan lancar dan yang terpenting, tepat sasaran," kata Erick.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement