Kamis 26 Oct 2023 09:03 WIB

Jokowi: Cadangan Beras Harus Ada Meski Produksi Surplus

KPM akan menerima bantuan sebanyak tiga kali hingga November mendatang.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ahmad Fikri Noor
Presiden Joko Widodo.
Foto: Republika/ Dessy Suciati Saputri
Presiden Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong setiap daerah untuk tetap menyiapkan cadangan beras meski produksi beras surplus. Hal ini disampaikan Jokowi seusai meninjau persediaan stok beras di Gudang Bulog Baru Rawang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat, Rabu (25/10/2023).

“Sebetulnya di Provinsi Sumatra Barat ini kan surplus, tetapi apapun yang namanya cadangan (beras) itu harus ada. Oleh sebab itu, kalau tadi kita lihat di gudang Bulog cadangan (beras) banyak,” kata Jokowi, dikutip pada Kamis (26/10/2023).

Baca Juga

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi turut menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Ia mengatakan, KPM akan menerima bantuan sebanyak tiga kali hingga November mendatang.

“Ini pembagian bantuan pangan berupa beras bulan September, Oktober, November saya cek ada yang sudah menerima sekali, ada yang sudah dua kali. Saya kira nanti November semuanya insya Allah akan selesai tiga kali,” ucap Presiden.

Tidak hanya sampai November, menurut Jokowi, pemerintah telah memutuskan untuk menambah bantuan pangan CBP pada Desember. “Dan akan kita tambahkan lagi Desember, keputusan kita sekali lagi (memberikan bantuan pangan),” lanjutnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pemberian bantuan langsung tunai (BLT) El Nino kepada masyarakat untuk tetap menjaga daya beli di tengah fenomena super El Nino yang terjadi.

“Karena ada super El Nino dan kita tau ini jangan sampai mengurangi daya beli rakyat, daya beli masyarakat, kita juga akan mengeluarkan BLT El Nino pada bulan November dan Desember, Rp 200 ribu, Rp 200 ribu, (total) Rp 400 ribu,” jelas dia. 

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ke Gudang Bulog Rawang Timur yaitu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Bulog Budi Waseso, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Wali Kota Padang Hendri Septa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement