Rabu 25 Oct 2023 15:33 WIB

Erick Thohir Padukan Sektor Pariwisata dan Kesehatan di KEK Sanur di Bali

Erick proyeksi kehadiran KEK Sanur dapat membuka peluang senilai Rp 97 triliun.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau progres pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (6/7/2023).
Foto: dok. Republika
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau progres pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (6/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sukses memadukan BUMN di bidang kesehatan dengan pariwisata. Kali ini dalam proyek di kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan pertama di Indonesia yang terletak di kawasan Sanur, Bali. 

Erick memadukan BUMN Farmasi dan BUMN Pariwisata untuk mengembangkan kawasan, dengan mendirikan Bali International Hospital. Erick menyampaikan KEK Sanur bekerja sama dengan Mayo Clinic sebagai rumah sakit terbaik di AS dan tepercaya di industri kesehatan dunia. 

Baca Juga

"Dikelola Hotel Indonesia Natour selaku anak usaha InJourney, KEK Sanur, dibangun sebagai wisata medis pertama di Indonesia," ujar Erick di Jakarta, Rabu (25/10/2023).

Erick memproyeksikan kehadiran KEK Sanur dapat membuka peluang senilai Rp 97 triliun yang selama ini hilang karena dua juta masyarakat Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan. Erick juga mengundang dokter diaspora Indonesia yang berada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia. 

 

"Yang menarik, dokter diaspora banyak yang akan pulang kampung, saat ini ada 10 yang sudah mendaftar. Kalau dokter bisa kembali ke Indonesia, kita sudah siapkan industrinya, ada spesialis kecantikan, rambut, jantung, kanker, dan kulit, ini bagus untuk ekonomi Bali," kata Erick. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement