Rabu 11 Oct 2023 08:00 WIB

PLN Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar PLTU

Tandan kosong sawit digunakan untuk co-firing pengganti batu bara di PLTU Bengkayang.

Sawit (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Akbar Tado
Sawit (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) melalui Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Elektrika Konstruksi Nusantara (EKN) dalam pemanfaatan limbah tandan kosong sawit menjadi biomassa untuk co-firing (bahan bakar alternatif) PLTU batu bara Bengkayang di Kalimantan Barat.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara dalam keterangan di Jakarta, Selasa (10/10/2023), mengatakan, PLN EPI terus berupaya mendukung pemerintah dalam mencapai target pemanfaatan co-firing sebesar 10,2 juta ton pada 2025.

Baca Juga

Guna mencapai target tersebut, pihaknya akan memanfaatkan sumber daya lokal. Sehingga dalam prosesnya akan menciptakan dampak berganda mengurai masalah sampah dan memacu pertumbuhan ekonomi.

"Melalui MoU ini PLN dan EKN akan secara bersama-sama mengolah biomassa dari tandan kosong sawit yang diproduksi masyarakat Sambas Kalimantan Barat. Biomassa ini akan kita gunakan sebagai co-firing pengganti batu bara di PLTU Bengkayang," kata Iwan Agung terkait penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan EKN pada Jumat (6/10/2023).

Menurut Iwan Agung, program co-firing ini sangat spesial karena secara langsung melibatkan masyarakat setempat. Hal ini pun sejalan dengan prinsip Enviroment, Sustainability and Governance (ESG) dalam mendorong perekonomian masyarakat sekitar.

"Program co-firing biomassa ini spesial, karena berbasis kerakyatan. Saat ini mayoritas biomassa berasal dari olahan sampah atau limbah. Karena kebutuhannya sangat besar kami mengajak masyarakat ikut terlibat di dalamnya," ujarnya.

Iwan Agung menjelaskan, pengolahan biomassa ini telah menyerap 40 tenaga kerja lokal di Sambas Kalimantan Barat. Ia pun optimis, program co-firing jenis lain yang digagas akan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif dan mengurai permasalahan sampah yang banyak terjadi di berbagai daerah.

"Ada 40 orang yang terlibat dalam produksi pelet tandan kosong sawit. Demikian juga dengan biomassa jenis lainnya. Semoga ini jadi awal yang baik karena selama ini mungkin tandan kosong menumpuk di kebun dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan," kata Iwan Agung.

Ia mengungkapkan, co-firing biomassa merupakan salah satu langkah menurunkan emisi karbon mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Melalui co-firing ini, PLN bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus. Menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh PLTU, meningkatkan bauran energi yang ramah lingkungan hingga akhirnya mencapai tujuan nasional Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement