Selasa 03 Oct 2023 13:50 WIB

GOTO Dapat Suntikan Investasi Rp 2,3 Triliun dari IFC

Investasi strategis IFC di GoTo merefleksikan visi bersama.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
CEO GoTo Andre Soelistyo, Kepala LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, Peneliti LPEM FEB UI Prani Sastiono, dan Komisaris GoTo Agus DW Martowardojo berfoto bersama usai Konferensi Pers Peluncuran Riset LPEM UI Dampak Ekonomi Ekosistem GoTo pada Perekonomian Nasional 2022 di Kantor Gojek, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2023).
Foto: Republika/Rahayu Subekti
CEO GoTo Andre Soelistyo, Kepala LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, Peneliti LPEM FEB UI Prani Sastiono, dan Komisaris GoTo Agus DW Martowardojo berfoto bersama usai Konferensi Pers Peluncuran Riset LPEM UI Dampak Ekonomi Ekosistem GoTo pada Perekonomian Nasional 2022 di Kantor Gojek, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan International Finance Corporation (IFC) mengumumkan kemitraan untuk mendorong inklusi keuangan dan keberlanjutan di Indonesia. Kesepakatan tersebut mencakup investasi sampai dengan 150 juta dolar AS atau setara Rp 2,3 triliun.

GoTo dan IFC menegaskan komitmen bersama untuk memperluas manfaat ekonomi digital dan menjawab tantangan perubahan iklim. Investasi strategis IFC di GoTo merefleksikan visi bersama untuk meningkatkan akses dan peluang di Indonesia. 

“Kami bangga dapat bermitra dengan IFC, yang merupakan pemimpin di bidang pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan bersama kedua belah pihak untuk mewujudkan dampak signifikan bagi masyarakat dan bumi,” kata Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo dalam keterangan resmi, Selasa (3/10/2023).

Kemitraan ini akan memberikan dukungan lebih lanjut bagi bisnis GoTo seiring langkah Perseroan menjawab kebutuhan para pengguna, termasuk konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang, untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan cita-cita mereka.

 

Kemitraan ini juga mencakup komponen non-finansial untuk mendukung Perseroan dalam transisi para mitra pengemudi menuju penggunaan kendaraan listrik, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengintegrasikan berbagai praktik bisnis berkelanjutan untuk mewujudkan bisnis netral karbon.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan GoTo sebagaimana ditunjukkan melalui komitmennya menjawab tantangan perubahan iklim serta kontribusinya dalam pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar IFC Country Manager untuk Indonesia dan Timor-Leste Euan Marshall.

Investasi ini meliputi jumlah sampai dengan 125 juta dolar AS dari IFC dan 25 juta dolar AS dari firma investasi privat Franke & Company, Inc.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement