Sabtu 30 Sep 2023 18:00 WIB

Adaro Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi Subroto 2023

Penghargaan Subroto merupakan penganugerahan tertinggi di lingkungan ESDM.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Plt Direktur Jenderal Minerba, Kementerian ESDM Bambang Suswantono (tengah) menyerahkan Penghargaan Subroto kepada Presiden Direktur PT Adaro Indonesia Priyadi (kanan) di Jakarta, Jumat (29/9/2023).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Plt Direktur Jenderal Minerba, Kementerian ESDM Bambang Suswantono (tengah) menyerahkan Penghargaan Subroto kepada Presiden Direktur PT Adaro Indonesia Priyadi (kanan) di Jakarta, Jumat (29/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Adaro Indonesia meraih Penghargaan Subroto 2023 yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta pada Jumat (29/9/2023) malam. Adaro menerima penghargan untuk bidang Pengembangan Masyarakat (PPM) Batubara Terinovatif Kategori PKP2B/IUPK/IUP BUMN. Penghargaan Subroto merupakan penganugerahan tertinggi di lingkungan ESDM bagi para insan yang berkontribusi nyata untuk Indonesia selama satu tahun terakhir. 

Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi mengatakan, perusahaan akan mempertahankan kinerja yang telah baik dan siap mencari inovasi-inovasi baru sebagai bentuk nyata kontribusi Adaro pada sektor pertambangan Indonesia. 

Baca Juga

“Ada atau tidak ada penghargaan, kita selalu berusaha lebih baik. Dengan adanya penghargaan ini memacu semangat kita bahwa kita dinilai orang,” ungkap Priyadi kepada Republika.co.id

Raihan penghargaan bergengsi itu, lanjut Priyadi, juga tak lepas dari peran tim Adaro Indonesia yang unggul serta para mitra kerja strategis yang turut mendukung Adaro dalam meningkatkan eksistensinya. 

 

Priyadi bercerita, telah banyak inovasi-inovasi perusahaan yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional pertambangan. Seperti program desa wisata, desa santri mandiri, hingga budi daya madu kelulut di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. 

Beragam inovasi itu bahkan telah mengantarkan Adaro mendapatkan penghargaan Proper Emas pada tahun lalu untuk kelima kalinya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai perusahaan pengelola lingkungan terbaik dan pemberdayaan masyarakat. 

Di lingkungan internal, Priyadi menuturkan, Adaro juga memiliki program The Executive Business Practice (TEBP) yang dilombakan di tingkat internal untuk memacu kompetisi yang sehat dalam mencari terobosan efisiensi, ramah lingkungan dan program-program yang dapat diterima masyarakat. 

Oleh karenanya, Priyadi mengatakan, harus selalu ada inovasi yang dicetuskan baik secara perusahaan maupun grup Adaro. Terlebih kompetisi di dunia pertambangan tak lagi hanya di tingkat Indonesia, namun dunia. 

“Banyak sekali inovasi-inovasi yang kita lakukan dan untuk tahun depan kita sudah siapkan,” ujar Priyadi

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menyampaikan, penganugerahan Penghargaan Subroto akan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor ESDM dan mendorong terciptanya inovasi baru bagi pengembangan energi bersih, serta dapat mendorong para pemangku kepentingan untuk semakin produktif.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan, Penghargaan Subroto diberikan kepada 62 pemenang dari 14 bidang penghargaan yang diusulkan oleh delapan unit eselon I di lingkungan Kementerian ESDM. 

Jumlah bidang penghargaan ini meningkat dari tahun lalu yang sebanyak 13 bidang, tambahan bidang baru pada tahun ini adalah Bidang Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan.

"Hal ini memberikan kesempatan lebih pagi penggiat sektor energi untuk terus berkontribusi, juga menjadi kontribusi nyata para stakeholder di sektor energ untuk ters mengembangkan dan memajukan sektor ESDM ke depannya," ujar Dadan.

Dadan pun memberikan apresiasi kepada seluruh penerima Penghargaan Subroto atas dedikasi yang tinggi di sektor ESDM.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement