Rabu 27 Sep 2023 11:30 WIB

Jokowi Minta Integrasi Moda Transportasi Segera Diselesaikan

Integrasi moda transportasi ini diharapkan bisa memudahkan mobilitas masyarakat.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha
Warga berjalan melewati jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Dukuh Atas di Jakarta, Jumat (1/9/2023). JPM Dukuh Atas yang memiliki konsep ramah pejalan kaki, ramah pesepeda dan mengintegrasikan moda transportasi LRT, MRT, KRL Jabodetabek dan Kereta Bandara tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga berjalan melewati jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Dukuh Atas di Jakarta, Jumat (1/9/2023). JPM Dukuh Atas yang memiliki konsep ramah pejalan kaki, ramah pesepeda dan mengintegrasikan moda transportasi LRT, MRT, KRL Jabodetabek dan Kereta Bandara tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya agar segera menyelesaikan pembangunan integrasi moda transportasi. Hal ini disampaikan Jokowi dalam sambutannya saat membuka rapat terbatas mengenai integrasi moda transportasi publik di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/9/2023).

"Setelah kita memiliki MRT, LRT, kereta cepat, kemudian ada kereta bandara yang harus kita segera selesaikan segera eksekusi adalah bagaimana kita mengintegrasikan moda transportasi ini dengan moda transportasi lainnya seperti transjakarta, bus, taksi online, ojek online," kata Jokowi.

Baca Juga

Dengan adanya integrasi moda transportasi ini diharapkan bisa memudahkan dan mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik.

"Sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang memudahkan masyarakat yang akhirnya mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. Karena kuncinya adalah kemudahan dan kenyamanan," jelasnya.

Jokowi pun menekankan beberapa hal untuk mempercepat pengintegrasian moda transportasi. Pertama, Jokowi meminta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung, seperti jembatan penghubung antara stasiun LRT Halim dengan stasiun kereta cepat.

"Kemudian juga penghubung stasiun kereta api Manggarai dengan Transjakarta, penghubung stasiun Tanah Abang dan Dukuh Atas," ujar Jokowi.

Selain itu, Presiden juga meminta agar memastikan adanya lampu penerangan serta atap untuk melindungi dari hujan di infrastruktur penghubung. Jokowi juga meminta agar dilakukan kerja sama dan kolaborasi dengan penyedia transportasi yang mengantar sampai titik akhir tujuan.

Jokowi ingin masyarakat bisa cukup sekali pesan moda transportasi kemudian bisa langsung terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

"Akan sangat bagus bila masyarakat cukup satu kali pesan kemudian sistem sudah merencanakan dan multimoda transportasi apa yang harus digunakan, semuanya sudah dipersiapkan," kata dia.

"Misalnya pertama naik ojek ke stasiun, kemudian naik kereta, naik kereta naik Transjakarta sampe ke titik tujuan. Sehingga tidak perlu dicari-cari, tidak perlu nunggu-nunggu karena semuanya sudah terintegrasi," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar dibangun sistem pembayaran yang terintegrasi. Alat pembayaran tersebut seharusnya bisa digunakan masyarakat untuk semua moda transportasi.

"Kaji juga mengenai mekanisme pembayaran langganan, diskonnya seperti apa. Ini saya kira akan menarik masyarakat untuk berbondong-bondong naik tranportasi massal," ujar dia.

Jokowi pun meminta agar moda transportasi publik tersebut ramah terhadap pengguna lanjut usia, disabilitas, anak-anak, dan ibu hamil.

Dalam rapat terbatas ini, turut dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto, serta Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement