Jumat 22 Sep 2023 17:08 WIB

Adhi Karya Bangun Training Center PSSI di IKN

ADHI tengah menyiapkan lahan lokasi Training Center (TC) PSSI.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pemandangan IKN Nusantara (ilustrasi).
Foto: Dok Muchlis Jr/ Biro Pers Sekret
Pemandangan IKN Nusantara (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mendukung pembangunan sarana dan prasarana di Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini, ADHI tengah menyiapkan lahan lokasi Training Center (TC) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pusat pelatihan tersebut dibangun di area pekerjaan Land Development atau Pengembangan Lahan Sub-WP 1B yang memiliki total lahan lebih dari 1.000 hektare. TC PSSI direncanakan memiliki luasan sebesar 2,8 hektare.

Baca Juga

"Kawasan TC ini nantinya akan melengkapi Land Development 1B dengan diisi oleh dua Gedung Asrama, satu Lapangan Natural, dan satu Lapangan Sintetis," kata Sekretaris Perusahaan ADHI Farid Budiyanto melalui keterangan resmi, Jumat (22/9/2023).

ADHI telah ditetapkan sebagai pelaksana proyek Pekerjaan Land Development atau Pengembangan Lahan untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan-KIPP Sub Wilayah Pengembangan-Sub-WP 1B di Ibukota Baru, IKN Nusantara sejak awal 2023. 

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 630 miliar, ADHI mengerjakan persiapan lahan dan prasarana IKN di atas lahan seluas 1.143 hektare. Proyek ini direncanakan akan selesai pada akhir 2023. 

Pekerjaan pengembangan lahan ini menjadi penting, mengingat lahan yang digunakan IKN merupakan pengembangan area baru. Untuk itu, ADHI hadir untuk mempersiapkan lahan yang ada menjadi lahan yang siap untuk dikembangkan. 

Pekerjaan ADHI meliputi mempersiapkan lahan berupa pembersihan dan pemilihan pepohonan, pekerjaan galian dan timbunan, perkuatan dan perkerasan struktur tanah, pembuatan badan jalan dan kerangka kavling, hingga pekerjaan drainase di jalan, kavling dan lereng dalam kawasan. 

"Dalam proses pembangunannya, ADHI tetap menjaga agar lingkungan yang ada tetap aman dan nyaman, baik untuk keberlangsungan bisnis investor, maupun untuk keberlanjutan keadaan lingkungan," ujar Farid.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement