Rabu 20 Sep 2023 18:39 WIB

Menkop UKM: Startup Muda Harus Perkuat Ekosistem Produksi

Transformasi digital tanpa navigasi memicu ketidakadilan dan dampak sosial politik.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki
Foto: dok Humas Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mendorong peran para pelaku startup muda Indonesia mengembangkan teknologi digital untuk memperkuat ekosistem bisnis di sektor hulu (produksi) bukan lagi di sektor hilir.

"Sehingga, mereka mampu menghasilkan produk berkualitas, efisien, dan bisa bersaing di pasar dalam negeri dan global," kata Teten Masduki pada acara Indonesian Startup Investment Summit 2023 di Jakarta, Rabu (20/9/2023).

Baca Juga

Meski ada 22 juta pelaku UMKM yang sudah go digital, tapi Teten mengakui banyak pelaku yang tidak bisa bersaing dan tidak mampu bertahan lama. Terutama saat menghadapi serbuan produk-produk impor dari China lewat platform digital. Untuk melindungi ekonomi domestik, disebutnya, pemerintah perlu mengatur perkembangan ekonomi digital.

Menurut Teten, jika transformasi digital tidak dinavigasi dengan baik maka bukan kemakmuran yang dihadirkan tapi malah ketidakadilan dan menimbulkan dampak sosial dan politik. "Kami terus berkomunikasi dengan platform digital lokal dan global serta semua pihak agar memiliki komitmen untuk menumbuhkan ekonomi yang berkelanjutan," ucapnya.

Ia menambahkan, Indonesia sangat terbuka dengan investasi ekonomi digital dan semua ingin terus membangun ekosistem digital yang lebih baik. Namun, saat ini pemerintah sedang mengkaji ulang semua kebijakan digital ekonomi yang merugikan ekonomi domestik dengan menghadirkan aturan-aturan baru agar bisa mewujudkan persaingan usaha yang lebih sehat.

Di acara yang dihadiri Direktur Investasi Senior untuk Asia Tenggara Invest Victoria, Michael Baird, berharap investasi di bidang ekonomi digital itu untuk memperkuat ekosistem digital di Indonesia. Hal itu lantaran investasi lebih banyak di sektor perdagangan sedangkan sektor agrikultur, akuakultur, sektor produksi masih sedikit.

Invest Victoria sebagai sebuah lembaga di bawah Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, katanya, memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ekosistem startup dan ekonomi global.

"Kehadiran Invest Victoria merupakan bukti komitmen dalam mendukung para startup untuk mengembangkan dan mengakselerasi inovasi di Indonesia," tuturnya.

Teten juga mengucapkan selamat kepada 32 startup yang telah terpilih untuk mengikuti proses pitching di ajang tersebut. "Saya percaya kalian telah menciptakan solusi bisnis yang dikembangkan dari ide-ide kreatif dan kami harap kalian akan memiliki bisnis yang sukses dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia," ucap dia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement