Jumat 15 Sep 2023 04:13 WIB

Amankan Distribusi Laparoskopi di Seluruh Indonesia, Dua Perusahaan Ini Jalin Kerja Sama

Laparoskopi hanya membutuhkan sayatan yang sangat kecil.

Untuk mendukung pendistribusian laparoskopi, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mengikat persetujuan kerja sama  dengan PT Mindray Medical Indonesia (Mindray Indonesia)
Foto: IRRA
Untuk mendukung pendistribusian laparoskopi, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mengikat persetujuan kerja sama dengan PT Mindray Medical Indonesia (Mindray Indonesia)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Dalam dunia medis, tindakan operasi dengan laparoskopi telah lama dikenal. Laparoskopi merupakan suatu alat untuk tindakan medis yang bertujuan memeriksa dan mengobati kondisi organ perut dan panggul. Tindakan ini biasanya digunakan untuk memeriksa maupun mengobati sejumlah gangguan di kantung empedu, usus, ataupun rahim.

Penggunaan laparoskopi merupakan prosedur yang dinilai lebih aman daripada laparotomi atau operasi bedah terbuka. Pasalnya, laparoskopi hanya membutuhkan sayatan yang sangat kecil, sehingga luka operasi tidak begitu terlihat dan minim rasa sakit.

Baca Juga

Untuk mendukung ketersediaan dan pendistribusian alat kesehatan berupa laparoskopi itulah, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mengikat persetujuan kerja sama  dengan PT Mindray Medical Indonesia (Mindray Indonesia) bertempat di kantor Mindray Indonesia yang ada di Jakarta, Kamis (14/9/2023).  

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Presiden Direktur Mindray Indonesia Zhang Xiaotan dengan Presiden Direktur IRRA, Heru Firdausi Syarif. 

“Kerjasama ini merupakan upaya kami dalam peningkatan kinerja  (performance) IRRA untuk mendistribusikan produk alat-alat kesehatan secara nasional melalui penambahan portfolio IRRA di bidang produk alkes pada kategori bedah. Selain itu, kerja sama ini juga akan berdampak pula pada peningkatan kualitas layanan bedah minimal invasif yang diterima masyarakat Indonesia” papar Heru Firdausi dalam siaran pers, Kamis (14/9/2023).  

Melalui kerja sama ini, Mindray Indonesia dan IRRA memiliki tujuan utama untuk dapat meningkatkan pemerataan akses Masyarakat Indonesia atas layanan bedah berkualitas, khususnya yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), sehingga seluruh masyarakat mampu menjangkau produk bedah yang berkualitas, dan pada akhirnya mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih prima. 

Menurut Heru, kerja sama yang dimulai sejak pertengahan tahun ini juga secara umum akan mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas layanan bedah minimal invasif di Indonesia.   

Di sisi lain, Mindray Indonesia sebagai produsen IRRA merupakan salah satu perusahaan alkes terbesar dari Cina yang telah mendunia yang memiliki portofolio produk yang luas dan beragam dari berbagai disiplin. Mindray Indonesia terus melakukan inovasi teknologi dengan tetap mengutamakan kualitas dan kenyamanan penggunanya. Di Indonesia sendiri, jaringan distribusi Mindray Indonesia sudah luas karena telah beroperasi cukup lama di pasar Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, bekerja sama dengan Mindray Indonesia akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperluas portofolio produk IRRA. 

Dalam kesempatan sama, Presiden Direktur Mindray Indonesia, Zhang Xiaotan mengemukakan bahwa di Indonesia Mindray sudah beroperasi lebih dari 20 tahun. “Itu sebabnya kami bekerja sama dengan mitra lokal dalam mengembangkan bisnis bersama, dengan otorisasi eksklusif dalam hal distribusi wilayah. Dengan penandatanganan perjanjian ini berarti kami sedang membangun kemitraan secara resmi dengan IRRA,” jelas Xiaotan. 

“Selain itu kami juga menyediakan dukungan penuh dalam pelayanan, baik pra-penjualan maupun purna jual kepada pihak IRRA. Dengan perjanjian tersebut, maka IRRA akan berinvestasi pada seluruh aspek bisnis ini, dan mengembangkan bisnis tersebut bersama dengan tim Mindray Indonesia,” tambah Xiaotan.

Menurut Xiaotan, alat laparoskopi sendiri dalam dunia medis sangat dibutuhkan bagi dokter spesialis bedah, untuk melakukan tindakan minimal bedah invasif yang merupakan suatu tindakan bedah yang lebih meminimalkan luka sayatan dan rasa nyeri pada pasien, dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dan masa pemulihan yang lebih singkat di ruang operasi.

sumber : siaran pers
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement