Kamis 14 Sep 2023 14:46 WIB

Erick Thohir: BUMN Berbisnis untuk Menguntungkan Bangsa Sendiri

BUMN tidak berbisnis dan mengambil untung dari rakyat Indonesia.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Gita Amanda
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan dalam menjalankan usahanya, BUMN tidak berbisnis dan mengambil untung dari rakyat Indonesia. (ilustrasi).
Foto: Republika/ Muhammad Nursyamsi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan dalam menjalankan usahanya, BUMN tidak berbisnis dan mengambil untung dari rakyat Indonesia. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan dalam menjalankan usahanya, BUMN tidak berbisnis dan mengambil untung dari rakyat Indonesia. BUMN justru beroperasi untuk menguntungkan bangsa sendiri, bukan bangsa lain.

"BUMN itu tidak berbisnis dengan rakyat. BUMN Itu justru mendukung perekonomian rakyat. Dengan pola seperti itu pun, BUMN mencatatkan kinerjanya yang meningkat luar biasa," ujar Erick di Jakarta pada Kamis (14/9/2023).

Baca Juga

Erick mencatat laba BUMN ketika baru mulai menerima amanah sebagai Menteri BUMN tahun 2019, sejumlah Rp 13 triliun. Usai dipegangnya, laba makin meningkat menjadi Rp 124 triliun, dan kini mencapai Rp 250 triliun. "Bahkan (BUMN) menyetorkan dividen ke negara sebesar Rp 80,2 triliun. Sehingga pemerintah mampu menjalankan program kerakyatan," ujarnya.

Erick mengatakan, salah satu program pemerintah yang dapat dijalankan berkat setoran dividen BUMN misalnya adalah Bantuan Pangan Beras 2023. Pada program tersebut, pemerintah mampu memberikan bantuan besar sebesar 10 kilogram per keluarga penerima manfaat (KMP) per bulan, untuk tiga bulan ke depan. “Itu salah satu program yang baik untuk Masyarakat,” ujar Erick.

 

Pada saat yang sama, BUMN juga diarahkan untuk membangun ekosistem besar yang dioperasikan agar memberikan keuntungan bagi bangsa Indonesia sendiri. “Makanya, kita (BUMN) sekarang menjadi platform besar. Kami tidak berkompetisi dengan swasta, tetapi kita ingin menjadi agregator dan menjadi ekosistem yang bisa menguntungkan bangsa kita, bukan bangsa lain,” kata Erick.

Pada Telkom dan Telkomsel Erick membangun ekonomi digital di Indonesia yang lebih kuat, Perusahaan Induk (Telkom) dan anak (Telkomsel) telah diberi tugas yang lebih fokus. Telkom, menurut Erick, diminta untuk fokus pada Pembangunan infrastruktur, sehingga dalam berbisnis lebih Business to Business (B to B). Telkom diminta untuk membangun jaringan pendukung  mulai dari jaringan fiber optic hingga tower.

"Sehingga jaringan tidak hanya ada di desa, tetapi juga di desa. Kalau pemerintah mau mensubsidi, ya silahkan. Yang jelas, bagian Telkom disitu. Yang menarik sekarang adalah bagaimana Telkomsel menjadi B to C. Dia fokus menjadi aggregator economic digital tersebut. Ini untuk menjadi keberpihakan kepada content, UMKM, semuanya bisa dilakukan," kata Erick.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement