Rabu 06 Sep 2023 15:36 WIB

RI dan Finlandia Kerja Sama Pengembangan Energi Berbasis Biomassa Hutan

PLTBm ini dapat mengurangi penggunaan diesel hingga 27,5 juta liter dalam lima tahun.

Bendera Finlandia di antara bendera negara anggota NATO (ilustrasi).
Foto: EPA-EFE/JOHANNA GERON / POOL
Bendera Finlandia di antara bendera negara anggota NATO (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaku industri Indonesia Medco Group melakukan kesepakatan kerja sama dengan perusahaan teknologi Finlandia, Valmet Technologies Oy untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) berbasis biomassa hutan.

Duta Besar Indonesia untuk Finlandia Ratu Silvy Gayatri menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Presiden Direktur Papua Project Medco Group Budi Basuki dan Vice President Energy Business Unit Valmet Technologies Oy Aleksi Salmirinne di KBRI Helsinki 4 September 2023.

Baca Juga

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (6/9/2023), Ratu Silvy menyatakan, nota kesepahaman antara dua perusahaan tersebut merupakan realisasi penting dari MoU antara pemerintah Indonesia dan Finlandia mengenai kerja sama di Bidang Energi Berkelanjutan, Bersih, dan Terbarukan serta Efisiensi Energi yang diperpanjang pada April 2022.

"Biomassa yang menjadi fokus utama kesepakatan kerja sama kedua perusahaan tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah Indonesia dan Finlandia," ujar Ratu Silvy.

Menurut dia, kolaborasi antara kedua perusahaan tersebut sangat ideal dan saling melengkapi yang mana di satu pihak Indonesia memiliki komitmen untuk melakukan transisi energi hijau di sisi lain, Finlandia memiliki inovasi yang sangat maju di bidang teknologi bersih.

"Saya percaya proyek ini tidak hanya menguntungkan Indonesia dan Finlandia, tetapi juga dunia," ujar Ratu Silvy.

Sementara itu Budi Basuki menambahkan misi Papua Project dengan dukungan Valmet, yakni "Brigthening the Eastern Part of Indonesia with Biomass Power Plan" atau "Menerangi bagian timur Indonesia dengan pembangkit listrik tenaga biomassa".

Melalui proyek ini, lanjutnya, pihaknya akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di wilayah Papua, dengan kapasitas keluaran rincian sebesar 3,5 MW.

Biomassa yang digunakan bersumber dari material woodchips. Penggunaan biomassa ini diproyeksikan dapat mengurangi penggunaan minyak diesel hingga 27,5 juta liter dalam lima tahun.

Menurut dia, bauran energi sebesar 15 persen dari PLTBm Papua Project merupakan awal yang menjanjikan untuk mendukung target pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, yaitu 23 persen energi baru terbarukan pada 2025 dan 31 persen pada 2050.

Sementara Valmet akan menyediakan solusi efisiensi energi melalui teknologi biopower modul. Modul dari Valmet dapat beroperasi di tempat yang sama dengan pembangkit tenaga diesel, tidak membutuhkan infrastruktur tambahan untuk transmisi listrik, tidak terpengaruh musim atau cuaca, dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan lokal dalam rantai pasok.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan Finlandia dikenal sebagai negara yang mampu mengoptimalkan potensi sumber daya hutan secara berkelanjutan. Saat ini sektor kehutanan di Finlandia bergerak maju dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi.

Dia menjelaskan, penandatangan kerjasama antara Medco Group dengan Velmet merupakan rangkaian kunjungan pengusaha Indonesia yang tergabung dalam APHI ke Finalandia selama pada 4-9 September 2023.

Delegasi akan melihat cara pengelolaan hutan dari hulu-hilir dengan memanfaatkan teknologi informasi, selain itu juga akan mengunjungi Silva Forest Exhibition, sebuah pameran rutin yang memperlihatkan industri kehutanan, perusahaan, pelayanan, dan produk terbaru kehutanan Finlandia.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement