Senin 04 Sep 2023 22:13 WIB

Lanjutkan Tren Sebelumnya, Bahlil Yakin Capai Target Realisasi Investasi Rp 1.650 Triliun

Pasalnya, kata dia, selama ini realisasi investasi mampu mencapai target.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Foto: dok Republika
Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yakin target investasi pada 2024 sebesar Rp 1.650 triliun bisa tercapai. Pasalnya, kata dia, selama ini realisasi investasi mampu mencapai target.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata dia, setiap tahun target investasi ditingkatkan. Pada 2021, misalnya, realisasi investasi pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sebesar Rp 858,5 triliun, namun dinaikkan menjadi Rp 900 triliun. Lalu pada 2022 naik menjadi Rp 1.200 triliun, padahal target dalam RKP sebesar Rp 968,4 triliun. Kemudian pada 2023 meningkat menjadi Rp 1.400 triliun, sedangkan target di RKP sebesar Rp 1.099 triliun.

Baca Juga

"Kita mampu selesaikan. Maka insya Allah target investasi 2024 sebesar Rp 1.650 triliun bisa tercapai," tuturnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR seperti dipantau Republika, Senin (4/9/2023).

Bahlil menyebutkan, pada semester I 2023, realisasi investasi Rp 678,7 triliun. Angka tersebut setara 48,5 persen dari target presiden yang sebesar Rp 1.400 triliun atau 61,7 persen dari target RKP.

Dari realisasi itu, sambungnya, Rp 345,9 triliun atau 52,3 persen berada di luar Jawa. Lalu sebanyak Rp 323,8 triliun atau 47,7 persen di Jawa.

Sedangkan dilihat dari asal investasi, sebanyak Rp 363,3 triliun atau 53,5 persen merupakan Penanaman Modal Asing (PMA). Kemudian sebanyak Rp 315,4 triliun atau 46,5 persen yakni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

"Ciri investasi berkualitas itu penyebarannya rata antara PMA dan PMDN. Lalu di Jawa dan Luar Jawa," kata Bahlil.

Ia mengungkapkan, saat ini Singapura masih menjadi negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia. Hanya saja dirinya menegaskan, Negeri Singa tersebut hanya menjadi hub bagi negara lain termasuk Korea Selatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement